PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dalam menunjang pembangunan daerah kota Bengkulu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Retribusi Daerah Tahun 2019 di Hotel Bougenvil Pantai Panjang, Selasa (30/4/2019).

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bengkulu H Hadianto menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini adalah agar peserta dapat memahami sistem kerja antar OPD dan UPTD dalam pengelolaan retribusi daerah dengan badan pendapatan daerah Kota Bengkulu.

“Kita menginginkan setelah acara ini para peserta dapat memahami sistem pelaporan pengelolaan retribusi dari OPD dan UPTD pengelolaan retribusi pada badan pendapatan daerah, sehingga bisa mengoptimalkan pendapatan asli daerah untuk pembangunan,” Kata Hadi.

Ia juga menjelaskan sasaran kegiatan pada hari ini adalah seluruh OPD pemungut pajak retribusi dan UPTD yang ada di Kota Bengkulu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan bahwa untuk melaksanakan pembangunan yang berkesinambungan, maka daerah dituntut untuk lebih mengoptimalkan sumber-sumber keuangannya untuk menunjang pendapatan daerah.

“Kita harus bisa menggali seoptimal mungkin meningkatkan sumber keuangannya seperti, pajak, retribusi ataupun pungutan yang merupakan pendapatan asli daerah seperti yang diatur oleh undang-undang,” kata Dedy.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa pemerintah harus mampu mengelola sumber-sumber retribusi daerah dengan baik agar berdampak pada penerimaan pendapatan asli daerah yang optimal.

“Dalam hal ini pemerintah harus mampu mengelola retribusi daerah denga baik, yang nantinya akan berdampak positif pada penerimaan pendapatan daerah yang optimal,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Dedy juga berharap bagi masyarakat juga hendaknya selalu mengawasi proses penerimaan retribusi agar tidak terdapat penyelewengan saat proses pungutan retribusi daerah.

“Kita juga berharap peran masyarakat sangan penting dalam membantu pengawasannya agar tidak terjadi penyelewengan saat proses pungutan,”tutupnya.[Nurhas]