PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Raja Dangdut Rhoma Irama berpesan sekaligus mengajak kepada rakyat untuk menjatuhkan pilihan kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang jatuh pada 17 April 2019 mendatang.

“Warga Idaman dan penggemar Soneta pilih PAN. Partai ini yang benar-benar berpihak pada umat dan tegas bela rakyat,” kata Rhoma saat diminta pendapatnya mengenai partai apa yang layak dipilih dalam Pemilu 2019 kelak.

Rhoma Irama mengaku, setelah Idaman tidak diluluskan banyak Ketua Umum Partai yang menawarkannya untuk bergabung. Tapi akhirnya Rhoma Irama pilih PAN.

“Cita-cita Idaman itu sejalan visi PAN. Kita dukung PAN Idaman rakyat nomor 12,” ujar dia.

Rhoma juga meyakinkan rakyat dan penggemarnya bahwa dengan memilih PAN Insya Allah harga bahan pokok bisa lebih terjangkau dan hukum bisa adil untuk semua.

Setelah bergabung dengan PAN, Rhoma dan para pendukungnya juga menyatakan mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk Pemilu 2019.

Rhoma kemudian membentuk Relawan Rhoma For PAS yang sudah terbentuk di seluruh provinsi se Indonesia.

Rhoma Irama mengaku prihatin dengan nasib bangsa Indonesia yang semakin terpuruk dari sektor ekonomi.

Rhoma bersama Soneta Grup keliling kampanye ke seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan pasangan Prabowo dan Sandiaga.

Dengan dukungan Rhoma Irama ini hampir bisa dipastikan PAS berpeluang menang telak di pilpres kali ini.

Memiliki nama asli Raden Haji Oma Irama, Rhoma Irama lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946.

Ia memulai karir dalam dunia musik sejak tahun tujuh puluhan dan mencapai puncak bersama band Soneta sejak 1973 dengan meraih 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.

Dalam sebuah catatan yang dirilis majalah TEMPO pada 30 Juni 1984, penggemar Rhoma disebut tidak kurang dari 15 juta atau 10 persen dari penduduk Indonesia.

Tak hanya di tanah air, Rhoma juga digandrungi di luar negeri. Penampilannya juga disesaki oleh penonton ketika tampil di Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei.

“Voice of Moslem” atau Suara Muslim adalah semboyan yang pernah dicanangkan Rhoma pada 13 Oktober 1973 ketika mendeklarasikan pembaharuan terhadap musik Melayu yang dipadukan dengan unsur musik rock.

Seluruh kalangan menyukai musik Rhoma yang merepresentasikan eksistensi kecintaan terhadap bangsa, orang tua, agama, kritik sosial dan lain sebagainya. [Medi Muamar]