PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Dalam rangka mengatasi berbagai ancaman kejahatan narkoba yang merajalela, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melaksanakan kegiatan Rancangan Proyek Perubahan dalam kebijakan Kota Bengkulu tanggap ancaman narkoba di kawasan Jalan Bentiring Raya Kota Bengkulu, Senin (13/05/2019).

Walikota Bengkulu Helmi Hasan menerangkan, manfaat yang didapat jika rancangan proyek perubahan ini berjalan yaitu dapat memperkuat sistem penanganan permasalahan narkoba di Kota/Kabupaten.

“Memetakan permasalahan dan kondisi ketanggap-siagaan Kota/Kabupaten secara lebih akurat dalam menghadapi potensi ancaman kejahatan narkoba,” kata Helmi Hasan.

Sementara, ditambahkan Kepala Biro Perencanaan (Settama) BNN, Dr. Agus Sudrajat, rancangan proyek perubahan tersebut dapat memberikan dasar rasional bagi strategi intervensi program P4GN di Kota/Kabupaten sebagai bentuk antisipasi, adaptasi, dan mitigasi ancaman kejahatan narkoba, dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan sumber daya yang dimiliki kota/kabupaten dalam penanganan permasalahan narkoba serta lebih mendekatkan pelayanan kepada publik.
Dalam jangka panjang dapat meningkatkan kondisi ketahanan sosial kemasyarakatan guna mendukung perbaikan kualitas pembangunan nasional dan wilayah.

“Terimaksih atas dukungan Walikota Bengkulu dalam penanganan permasalahan narkoba ini. Pada prinsipnya rancangan proyek perubahan kebijakan Kota/Kabupaten tanggap ancaman narkoba diperlukan setiap daerah di wilayah indonesia dengan berbagai permasalahan narkoba yang merajalela,” ungkap Agus Sudrajat.[Ardiyanto/Advetorial]