PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sebagai bentuk komitmen menjalankan amanah Undang-undang terkait pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Bengkulu dan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi Bengkulu sepakat menjalin kerjasama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilaksanakan di Hotel Santika Bengkulu, Rabu (22/5).

“Kerjasama ini bertujuan untuk optimalisasi program JKN-KIS,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Rizki Lestari.

BPRS selaku badan independen yang melakukan pengawasan terhadap rumah sakit, diharapkan mampu menjembatani kepentingan rumah sakit dan BPJS Kesehatan selaku penyelenggara JKN-KIS.

“Program JKN-KIS adalah milik bangsa Indonesia dan tidak akan berhasil tanpa kerjasama dengan banyak pihak, semoga dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini mampu membuat peserta mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi kedepannya,” imbuh Rizki.

Sementara itu, Deputi Direksi BPJS Wilayah SumBagSel, Bangka Belitung dan Bengkulu, Elsa Novelia M.KM, dalam sambutannya meminta media ikut berperan aktif dalam mensukseskan program-program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

“Media bagi kami adalah alat untuk mencerdaskan bangsa, oleh karenanya ayo sama-sama kita sampaikan informasi-informasi yang mengedukasi masyarakat mengenai program JKN-KIS ini,” sampainya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPRS Provinsi Bengkulu, dr Supardi MM, mengungkapkan BPRS bersama BPJS Kesehatan kedepannya akan menghimpun permasalahan atau keluhan-keluhan dari masyarakat supaya pelayanan kesehatan bisa lebih berkualitas.

“BPRS mempunyai beberapa kewenangan, diantaranya menyusun tata cara pengaduan dan mediasi. Di Bengkulu sendiri ada 23 rumah sakit yang kami awasi,” ungkap dr Supardi.

Data terhimpun, kegiatan penandatangan nota kesepahaman ini digelar bersamaan dengan media gathering BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dengan berbagai media cetak, elektronik dan online yang ada di Kota Bengkulu.[Nurhas]