PedomanBengkulu.com, Seluma – Sejauh-jauhnya bangkai dibuang, pasti bakal tercium juga, begitu pula dengan pelarian ES (28) warga Desa Lawang Agung Kecamatan Air Periukan yang melakukan tindak pidana pencurian buah sawit milik PT Agri Andalas dengan menggunakan eggrek (alat panen sawit) di Afdeling Segamit pada 7 Febuari 2019 kemarin.

Kronologis pencurian buah sawit berawal dari ES bersama dua orang rekannya yakni, SP (26) dan JY (26). Dalam melakukan aksinya ketiga pelaku pencuri buah sawit saat di perjalanan dipergoki oleh petugas keamanan PT Agri dan ketiganya melarikan diri ke rumah penduduk. Setelah menghilang beberapa bulan, ketiganya dinyatakan DPO oleh Polsek Sukaraja. Naasnya, ES dibekuk lantaran terjaring operasi nala Sat Lantas Polres Seluma pada Minggu (12/5) siang pukul 14.00 wib.

“DPOnya tiga orang, ER, SP dan JY. ER kita bekuk tadi karena dia sedang membawa motor rekannya tidak dilengkapi surat-surat, kebetulan sedang lagi diadakan operasi nala sat lantas guna menertibkan pengendara lain,” ujar Kapolres Seluma Akbp I Nyoman Mertdhana S.ik melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Noviaska, Minggu (12/5/2019).

Dijelaskan, setelah pelaku menaruh motornya dipinggir jalan lalu ia pergi ke balik pagar tembok untuk menyembunyikan diri, lantaran ia sudah merasa khawatir sudah menjadi DPO Polsek Sukaraja. Namun, aksi persembunyiannya sempat diketahui anggota Reskrim.

“Diduga ia bersembunyi sedang menelpon temannya untuk mengambil motor yang kena tilang. Disaat yang bersamaan pelaku sembunyi, Kanit Reskrim kita melihat pelaku dan mencurigai DPO pencurian sawit, namun pelaku yang merasa ketakutan langsung melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung sengit, sat reskrim dibantu oleh sat lantas langsung melakukan pengejaran pelaku bersembunyi di rumah penduduk,” jelas Noviaska.

Disamping itu, setelah berhasil dibekuk pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung digelandang ke Mapolsek Sukaraja guna dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Akibat perbuatan pelaku kini dijerat dengan pasal 107 huruf D Undang-undang RI Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan.

“Selain dikenakan pasal 107 huruf D, pelaku juga dijerat pasal 363 KUHP. Namun pelaku saat ini masih mendekam dijeruji besi untuk kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah berkas selesai akan kita limpahkan ke Reskrim Polres Seluma,” tegas Noviaska.

Sementara itu, dua pelaku DPO SP dan JY masih dilakukan pengejaran. [Wahyu]