Rrapat evaluasi Pemilu 2019 di Ruang GBHN Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar rapat evaluasi Pemilu 2019 bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Perwakilan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Perwakilan Jaksa Agung, dan Perwakilan Kepala BIN di Ruang GBHN Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief usai mengikuti rapat mengungkapkan, lembaganya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Mendagri, Menkumham, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN.

“Apresiasi karena telah bekerja secara profesional dan berperan aktif menajaga keamanan, ketertiban, dan menciptakan situasi kondusif serta rasa aman, baik bagi penyelenggara Pemilu maupun masyarakat Indonesia,” kata Riri Damayanti kepada media, Selasa (7/4/2019).

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur itu menjelaskan, upaya untuk menciptakan situasi yang kondusif dan pemberian rasa aman kepada masyarakat tersebut bukan hanya dilaksanakan oleh aparat terkait dalam periode yang singkat.

“Tapi sejak tahapan Pemilu 2019 dimulai pada tahun 2018 yang lalu hingga pemilihan berlangsung pada 17 April 2019 kemarin. Bahkan saat ini pengamanan terhadap perhitungan suara masih terus dilakukan,” ujar Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini berharap hingga seluruh proses perhitungan selesai, semua pihak bisa menahan diri untuk tidak bersikap inkonstitusional.

“Mari kita hormati aparat penegak hukum dengan cara memberikan laporan bilamana ada pelanggaran atau segala sesuatu yang dinilai kurang pas. Mudah-mudahan hingga pelantikan pemimpin dan wakil-wakil rakyat hasil Pemilu 2019 kelak semua bisa berjalan dengan aman tanpa kendala dan masalah,” harap Riri Damayanti.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO). Ia mengimbau kepada semua pihak, agar bersabar dan menahan diri untuk menunggu pengumuman resmi hasil rekapitulasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Mei 2019 nanti.

OSO berharap rapat kali ini dapat menjadi ajang evaluasi secara komperhensif bagi semua tanpa harus saling menyalahkan sehingga pemerintah, penyelenggara pemilu, dan masyarakat dapat mengambil pelajaran berharga dari pelaksanaan Pemilu 2019.

“Saya berharap evaluasi ini jadi salah satu bahan masukan pelaksaan pemilu di tahun-tahun mendatang,” ungkap OSO.

Sebagai informasi, proses penghitungan suara Pemilu 2019 masih dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Saat ini, hasil real count Pilpres 2019 oleh KPU di tiap TPS sudah mencapai 69,09 persen.

Dalam real count tersebut, pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin masih unggul atas rivalnya, pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Sebagaimana dilansir dari situs resmi kpu.go.id, suara real count yang masuk hingga Selasa pagi pukul 07.00 WIB, proses perhitungan sudah memuat 561.999 dari 813.350 total Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibuat oleh KPU.

Kemudian untuk hasil hitung suara Pemilihan Legislatif DPR RI 2019, PDIP masih unggul dengan 19,98 persen suara. Kemudian disusul Partai Golkar dengan 13,39 persen suara, Partai Gerindra dengan 11,81 persen lalu Partai NasDem sebesar 9,76 persen. [Eva De]