Hearing antara eksekutif dan legislatif membahas tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Bengkulu Utara tahun 2018 berlangsung di gedung DPRD lantai 2 pada Senin (13/5/2019).

PedomanBengkulu.com.Bengkulu Utara – Rapat kerja hearing antara eksekutif dan legislatif membahas tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bengkulu Utara tahun 2018 berlangsung di gedung DPRD lantai 2 pada Senin (13/5/2019).

Dalam Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua 1 Bambang Irawan dan Sekretaris Daerah Haryadi di pihak eksekutif ini, situasi sempat memanas.

Semakin memanasnya situasi dikarenakan jawaban dari Kabag Hukum yang di nilai terlalu singkat.

Rapat kerja ini sempat di skor selama sepuluh menit dan kembali dilanjutkan dalam situasi yang semakin alot.

Selamet Waluyo Sucipto politisi asal Partai Nasionalis Demokrat (Nasdem) meminta Kabag Hukum Kabupaten Bengkulu Utara memberi pencerahan, penjelasan, korelasi tentang tupoksi lembaga serta kajian masalah kinerja pengawasan terhadap Bupati Sebagai penyelenggara Pemerintahan.

Melihat situasi yang semakin panas antara kedua pihak maka pimpinan rapat mengusulkan agar Rapat ini dilanjutkan pada esok hari.

Usulan pimpinan rapat disanggah oleh politisi dari partai PKPI Fitra Martin yang tidak setuju jika dilanjutkan pada waktu yang lain.

Setelah waktu skors sepuluh menit rapat pun kembali dilanjutkan hingga akhirnya pimpinan rapat kembali mengetokkan palu yang memutuskan rapat akan dilanjutkan setelah istirahat selama 1 jam 30 menit.

Rapat yang dihadiri seluruh SKPD, FKPD, Sekda, seluruh Camat dan para undangan. [Adv/Evi Kusnandar]

Rapat ini berlangsung alot
Perwakilan OPD saat memberikan jawaban atas pandangan dewan
Hearing sempat diskors
Dewan saat mengupas LKPJ Bupati Bengkulu Utara tahun 2018 
Tampak anggota dewan yang hadir