Kasat Reskrim Polres Seluma, AKP Rizkha Fadillah

PedomanBengkulu.com, Seluma – Hingga saat ini, Polres Seluma sudah melakukan pemanggilan terhadap lima anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Ulu Talo terkait dugaan penggelembungan suara caleg DPR RI asal partai Gerindra nomor urut 03 dr. Lia Lastaria.

“Kita lakukan pemanggilan sebanyak lima orang, namun hanya dua orang memenuhi pemanggilan, sedangkan tiga lagi belum juga datang dan akan kita lakukan pemanggilan ulang”, ujar Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertadhana melalui Kasat Reskrim AKP Rizkha Fadillah, Senin (13/5/2019).

Lanjut AKP Rizkha, sejak pemanggilan pertama baru dua orang anggota PPK yang datang ke Polres. Sedangkan hasil dari pemanggilan tersebut keduanya berdalih hanya menyiapkan APK serta tidak mengetahui terkait penggelembungan suara.

“Jadi belum bisa kita pastikan kesimpulannya, jadi kita masih perlu pemanggilan terhadap tiga orang lagi mengenai dugaan penggelembungan suara berupa merubah dari hasil rekapitulasi suara pada tingkat Kecamatan”, kata Rizkha.

Disamping itu, kelima PPK Ulu Talo tersebut dikenakan pelanggaran pemilu sesuai dengan pasal 511 nomor 7 tahun 2017 merubah hasil rekapitulasi suara dengan ancaman pidana 2 tahun penjara.

Sementara itu, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Seluma resmi merekomendasikan dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ulu Talo ke Polres Seluma terkait dugaan penggelembungan suara terjadi pada pleno terbuka KPU Seluma bahwa dari hasil DA1 PPK total suara dokter cantik tersebut sebanyak 1.137 sedangkan c1 saksi sebanyak 185 suara. Sehingga terjadi penggelembungan suara sebanyak 952 suara.
[Wahyu]