PedomanBengkulu.com, Jakarta – Satu juni merupakan hari lahir Pancasila yang diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia. Muh Asrul Sekretasi Jenderal (Sekjen) Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) mengatakan pancasila sebagai dasar Negara harus dimaknai dengan historis sebuah bangsa.

“Satu Juni sebagai hari lahirnya Pancasila harus dimaknai sebagai histori bangsa ini,” kata Asrul, Jumat (31/5/2019).

Sekjen LMND tersebut juga menerangkan bahwa tanggal 1 Juni seluruh kekuatan bangsa sudah menyepakati sebagai dasar negara. Pancasila harus menjadi pemersatu bagi seluruh kekuatan bangsa.

“Pancasila harus menjadi menjadi pemersatu bagi seluruh elemen kekuatan bangsa,” tambah Asrul.

Lanjutnya, Pancasila jangan hanya dijadikan sebagai suatu konsep tapi dalam wilayah praktek Pancasila harus mampu menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia hari ini, mulai dari persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan, agraria, pengelolaan SDA, sosial dan persoalan politik hari ini.

“Pancasila jangan hanya dijadikan sebagai suatu konsep atau teoritik tapi dalam wilayah praktek Pancasila harus mampu menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat,” lanjut Asrul.

Adapu  peran LMND dalam menjawab persoalan bangsa diungkapkan Asrul bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan LMND hari ini, antara lain :

1. Mengkampanyekan gagasan menangkan Pancasila di tengah-tengah multikompleksnya persoalan bangsa mulai secara politik, ekonomi dan sosial.

2. Mengadvokasi dan memperjuangkan persoalan dasar yang dihadapi rakyat di beberapa daerah sebagai wujud menghadirkan Pancasila di setiap persoalan mereka. Meskipun lewat jalur ekstraparlemen.

3. Di tengah-tengah polarisasi politik hari ini LMND secara nasional mendorong adanya platform persatuan nasional agar rakyat tidak menjadi korban dari pertarungan elit oligarki hari ini.

4. LMND menggaungkan kembali diskursus pancasila didalam kampus agar generasi muda hari ini memahami dan mengetahui nilai dan semangat pancasila untuk mengcounter kelompok sectarian.

Dilain sisi, keberadaan Pancasila juga tidan akan lepas dari sosok Ir Soekarno sebagai penggagas dan penggali dasar negara Indonesia, Pancasila.[Medi Muamar]

Pidato IR Soekarno pada tanngal 1 Juni 1945 di depan Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) menjadi tonggak sejarah lahirnya dasar negara Indonesia. Pada sidang tersebut dipimpin oleh Dr KRT Radjiman Wedyodiningrat itu.

Inilah lima Sila Pancasila Versi Bung Karno, yakni:

1. Kebangsaan Indonesia.
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan.
3. Mufakat atau Demokrasi.
4. Kesejahteraan Sosial.
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan.