PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Bengkulu kembali menggelar Rapat Paripurna di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (20/5/2019).

Rapat Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri diikuti 24 orang anggota dewan. Dalam rapat tersebut mendatangkan tanggapan Gubernur Bengkulu tentang Raperda Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (RUED-P).

Jawaban Gubernur tentang RUED-P Bengkulu disampaikan langsung oleh Nopian Andusti Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. Dalam Nota Jawaban, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyetujui usulan dan imbauan 8 fraksi terhadap usulan Raperda RUED-P (Rencana Umum Energi Daerah) Bengkulu.

Sebelumnya, Parial juru bicara Fraksi Partai Amanat Nasional dan Ria Oktarina juru bicara Partai Hanura menyampaikan, bahwa pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu perlu mengevaluasi terlebih dahulu perusahaan tambang yang disinyalir menjadi penyebab banjir di Provinsi Bengkulu bulan lalu.

“Kami menyetujui pembahasan ditahap selanjutnya akan dibahas lebih komprehensif terutama hal-hal yang bersifat substantif terhadap usulan Raperda RUED-P Bengkulu,” sampai Nopian Andusti.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu juga menyetujui pandangan dan usulan fraksi Partai Nasdem dan fraksi-fraksi lainnya yang menyatakan pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu harus membahas usulan Raperda RUED-P sesuai dengan perundang-undangan yang lebih tinggi sehingga Raperda ini dapat berfungsi secara efektif sebagai perangkat pendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.[Medi Muamar]