PedomanBengkulu.com, Bengkulu —
Provinsi Bengkulu memiliki beberapa aneka ragam makanan khas daerah, salah satunya yaitu Perut Punai. Perut Punai merupakan makanan khas Bengkulu yang berbahan dasar tepung beras dan ditambah gula aren sebagai cita rasanya. Dinamakan perut Punai karena bentuk kue ini yang melingkar-lingkar menyerupai usus yang berada di dalam Perut Burung Punai.

Seiring berjalannnya waktu, terus ada inovasi-inovasi baru terhadap makanan khas Bumi Rafflesia tersebut seperti yang dilakukan tiga orang mahasiswa Universitas Terbuka Bengkulu yakni Muhammad Rofiq Akbar (manajemen), Muhammad Awang Wiranto (Manajemen) dan Oktarina Eka Ratnasari (Administrasi Bisnis) ini.

Mereka berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi Usaha Kecil Menengah (UKM) kategori kuliner pada Nasional Business Plan Competition tahun 2019 yang diadakan Kewirausahaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tanggal 3 hingga tanggal 5 Mei 2019.

Prestasi gemilang tersebut patut diapresiasi. Pasalnya, mereka ikut menjuarai kompetisi yang bertemakan ‘Membangun Mental Wirausaha Muda yang Kuat, Kreatif, dan Produktif dengan Mengembangkan Kebudayaan Lokal dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0’ ini dengan mengangkat kearifan lokal Provinsi Bengkulu yaitu makanan khas Bengkulu Perut Punai.

Ketua Tim Muhammad Rofiq Akbar, Jumat (10/5/2019) menerangkan pihaknya merasa bangga dengan prestasi yang dicapai. Teerlebih keberhasilan tersebut mengangkat kearifan lokal Provinsi Bengkulu melalui makanan khas daerah Bengkulu Perut Punai yang ditambah dengan penggabungan terhadap limbah lokal bergizi yaitu tulang ikan tenggiri yang mereka sebut Tuiri.

“Alhamdulillah kita berhasil mendapatkan juara tiga dalam kompetisi naisional ini. Hasil inovasi produk terhadap penggabungan ini kita namakan Perut Punai Tuiri,” kata Muhammad Rofiq Akbar.

Ditambahkan Muhammad Rofiq Akbar,
Kompetisi Nasional Business Plan Competition tahun 2019 di ikuti beberapa perguruan tinggi di Indonesia dengan jumlah 84 Proposal yang mendaftar. Dari 84 proposal tersebut terpilih 20 proposal, yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu 7 proposal jasa, 7 proposal kuliner, dan 6 proposal fashion. Yang berhasil untuk masuk ke tahap final dan masing masing team wajib melakukan presentsi di kampus UNY sebagai institusi penyelenggara kegiatan ini.[Ardiyanto]