PedomanBengkulu.com, Seluma – Setelah beberapa kali mangkir dari masa pemanggilan oleh pihak Polres Seluma dan KPU Seluma terkait adanya dugaan penggelembungan suara alias penambahan suara caleg DPR RI nomor urut 03 dr. Lia Lastaria yang diusung partai Gerindra, saat ini Polres Seluma harus melakukan tindakan paksa terhadap tiga orang anggota PPK Ulu Talo, diketahui ketiganya kabur ke Jakarta.

“Kami sudah berusaha memanggil kelima anggota PPK Ulu Talo, namun yang koorporatif hanyalah dua orang saja memenuhi panggilan Polres. Sedangkan dua orang anggota PPK yang datang menenuhi panggilan yakni AM (30) sebagai bendahara dan JM (28) sebagai anggota,” ujar Kapolres Seluma Akbp I Nyoman Mertadhana S.ik, Selasa (14/5/2019).

Disampaikan, sedangkan ketiga anggota PPK yang kabur yakni AN (27) sebagai ketua PPK, AL (30) wakil ketua, dan AZ (31) sekretaris. Setelah tidak memenuhi panggilan dari polres, diduga ketiganya sudah melakuka pelarian luar Bengkulu. Namun, upaya dari ketiga terduga PPK Ulu Talo tersebut berhasil digagalkan.

“Setelah mangkir dari beberapa pemanggilan dan melakukan penjemputan paksa, ketiga orang tersebut melarikan diri ke Jakarta. Hanya saja dalam pelarian ketiganya berhasil diringkus oleh anggota kita yang melacak serta bantuan dari Polda Metro Jaya,” sampai Nyoman.

Disamping itu, setelah adanya upaya penjemputan ketiga terduga pelaku anggota PPK Ulu Talo, pihaknya akan segera menggelar gelar perkara terkait dugaan penggelembungan suara.

“Setelah ketiganya sudah sampai di Polres Seluma, maka kita akan segera melakukan press release,” ucap Nyoman.

Sementara itu, pihak KPU Seluma sudah mengupayakan pemanggilan terhadap ketiga terduga tersebut, namun harus menelan pil pahit lantaran hanya dua orang yang datang.
Hal tersebut kembali dikatakan oleh Ketua Bawaslu Seluma Sarjan Effendi bahwa ketiga dikenakan sanksi pemberhentian tugas.

“Tanggal 12 kelimanya kami undang, namun datang hanya dua orang saja, tanggal 13 kita panggil kembali, namun tidak ada. Dan ini terakhir tanggal 14 pukul 10.00 wib tidak juga datang. Saat ini mereka kita kenakan sanksi berupa pemberhentian dari PPK termasuk gaji mereka,” kata Sarjan Effendi Selaku Ketua KPU Seluma. [Wahyu]