PedomanBengkulu.com, Seluma – Sebanyak 30 orang jawa yang tergabung dalam JIMM dan KRPDSB menggelar orasi di depan halaman kantor Bawaslu Seluma dan KPU pada selasa (14/5). Kedatangan mereka untuk menyampaikan sikap protes dan kekecewaan terhadap kinerja Bawaslu dan KPU Seluma selaku pengawas dan penyelenggara pemilu pada 17 april kemarin tidak netral.

“Dimana netralitas sebagai pengawas pemilu, Bawaslu hanya  banyak menerima laporan pelanggaran saja, bahkan tidak direspon sama sekali,” tegas Korlap orasi, Heru Saputra, Selasa (14/5/2019).

Dikatakan, demokrasi hanya menciderai kinerja Bawaslu serta KPU saja, lantaran hanya menutup mata karena banyak caleg yang menggunakan uang guna mendapatkan jatah suara.

“Lantas bagaimana nasib Kabupaten Seluma selama lima tahun kedepan jika masih seperti ini,” kata Heru.

Disamping itu, sebelum melakukan aksi orasi, puluhan massa berkumpul di tugu bujang gadis simpang 6 tais, dengan pengawalan ketat dari Sat Lantas Polres Seluma sebelum menuju kantor Bawaslu Seluma, sedangkan di Bawaslu dijaga ketat personel Sabhara polres seluma sebanyak 2 peleton dan satpol pp seluma.

Yefrizal selaku Ketua Bawaslu Seluma mengatakan bahwa Bawaslu Seluma sudah memproses semua laporan yang disampaikan ke Bawaslu Seluma, terkait adanya beberapa pelanggaran.

“Apapun jenis laporannya sudah kami terima dan proses serta kami selidiki semua kebenarannya, hanya saja semua laporan pelanggaran tidak kami temukan indikasi kecurangan, makanya kami tutup,” kata Yefrizal.

Sambungnya, adanya indikasi kecurangan, yakni terkait laporan pelanggaran pemilu di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo serta yang sangat heboh saat ini pengglembungan suara yang dilakukan PPK Ulu Talo kemarin. Untuk Desa Serambi Gunung meminta adanya PSU, namun hal itu tidak mungkin dilakukan lantaran waktu 10 hari sudah berlalu.

“Sedangkan dugaan penggelembungan suara, saat ini telah dilimpahkan ke Polres Seluma untuk dilakukan proses terhadap pelakunya dan semua itu tidak ada kata tertutup maupun kata Bawaslu melempem itu tidak benar,” imbuh Yefrizal.

Sementara itu, usai gelaran orasi di Bawaslu, massa bergerak ke KPU Seluma, dari puluhan mass tersebut terdapat enam orang perwakilan untuk masuk duduk bersama melakukan musyawarah bersama sejumlah komisioner KPU Seluma dan diterima secara baik oleh Ketua KPU Seluma Sarjan Effendi.

“KPU dan Bawaslu sudah bersikap nertal dalam pemilu 17 April kemarin hanya saja untuk dugaan pelanggaran yang kami terima yang memang menjadi kewenangan kami untuk menyelesaikannya semua permasalahan itu, termasuk kasus penggelembungan suara dari PPK Ulu Talo, kami dengan terbuka menyampaikan permasalahan itu, baik kepada pihak aparat maupu media, kami semua terbuka dan sedang dalam proses.” tutup Sarjan. [Wahyu]