PedomanBengkulu.com, Bengkulu — BI (30) warga Pematang Gubernur Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu yang merupakan salah satu Dosen Bengkulu dan IS bersama dua wanita cantik inisial BN (28) dan PF (26) warga Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu di tahan jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Kamis (23/5/2019).

Mereka ditahan 20 hari kedepan setelah dilimpahkan penyidik Polda Bengkulu terkait kasus narkoba. Kini tersangka resmi naik status menjadi terdakwa. Pantauan PedomanBengkulu.com, terdakwa sempat menjalani pemeriksaan beberapa saat sebelum dibawa ke lapas untuk dilakukan penahanan.

Saat diwawancarai terdakwa cantik BN mengatakan dirinya menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada semua pihak yang kecewa dengan apa yang telah dia lakukan.

“Ya menyesal, saya minta maaf terutama kepada keluarga dan pihak-pihak yang merasa kecewa dengan saya,” kata BN sembari menundukkan kepala.

Sementara Kuasa Hukum BN, Reno mengatakan pihaknya mengajukan rehabilitas terhadap terdakwa, pihaknya berkeyakinan terdakwa hanya pemakai.

“Pasal yang dituntut penyidik ada 114, kami berkeyakinan klien kami pemakai berdasarkan pasal 127, makanya kita akan buktikan di persidangan nanti, kita juga akan meminta majelis hakim agar klien kami direhap berdasarkan fakta bahwa dia pemakai bukan pengedar, kami tidak sependapat dari pihak Kepolisian yang memasukkan pasal 114, klien kami sudah memakai empat kali bisa dikatakan pemakai pasif,” ungkap Reno.

Dilansir sebelumnya penangkapan tersebut bermula saat Polisi menerima informasi kerap terjadi pesta narkoba di kawasan Jalan Setia 2 Blok A, Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Atas informasi tersebut pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap BN dan PF dikediamannya pada tanggal 25 Maret 2019 dan berhasil menyita satu paket narkotika jenis sabu serta satu unit Handphone.

Menurut keterangan tersangka barang haram tersebut dibeli secara patungan seharga 600 ribu rupiah. Selanjutnya pihak kepolisian melakukan pengembangan asal barang haram yang didapat tersangka.

Dari Hanphone yang disita dari dua tersangka wanita ini, polisi menemukan bukti dan petunjuk baru melalui riwayat obrolan via handphone tersangka yang mengarah kepada tersangka BI.

Dengan sigap, pihak kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka BI. Hasil dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian mendapatkan keterangan dari BI yang mengaku bahwa barang haram tersebut didapat dari warga Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu inisial IS.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. [Ardiyanto]