Madrasah Aliyah Perbo

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Berbagai upaya tengah dilakukan untuk pengembangan Madrasah Aliyah (MA) Baitul Makmur yang berada di Desa Perbo Kecamatan Curup Utara. Salah satunya yaitu membuka jurusan baru, Agribisnis Pertanian pada tahun ajaran 2019.

Hal ini sesuai dengan kesepakatan yang dihasilkan pada pertemuan antara Kasubag Tata Usaha Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Rejang Lebong, Drs H Supani mewakili Kepala Kemenag RL, Kepala MA Baitul Makmur, Nuraini, S.Pd.I, Ketua Komite MA Baitul Makmur Drs H Al Suardi serta H.M. Thobari Mu’ad selaku salah seorang mantan Pejabat Kemenag Rejang Lebong yang dilangsungkan pada tanggal 2 Mei 2019 lalu di kantor cabang Yayasan Kebangkitan Ummat Kabupaten Rejang Lebong.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga disepakati untuk mengupayakan adanya dukungan sarana atau fasilitas gedung untuk digunakan sebagai asrama putri mengingat konsep yang digagas menggunakan sistem pondok pesantren penyangga seperti SMAN 17 Palembang yang dalam hal ini, pengadaan asrama putri diketahui telah disiapkan oleh Ketua Yayasan Kebangkitan Ummat (YKU) M Fikri Thobari SE berupa 1 (satu) unit rumah type 45 untuk Kepala Asrama dan Asrama Putri yang dapat menampung 65 orang siswa.

Dikonfirmasi, Kasubag Tata Usaha (TU) Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Drs H Supani, Senin (19/5) membenarkan perihal tersebut. Dikatakan Supani, rencana pembukaan jurusan Agribisnis Pertanian oleh MA Baitul Makmur tersebut merupakan salah satu jurus yang tepat untuk pengembangan MA Baitul Makmur. Hal ini mengingat Rejang Lebong merupakan salah satu daerah pertanian yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani.

“Terlebih lagi dengan adanya dukungan dari Yayasan Kebangkitan Umat berupa peminjaman fasilitas gedung asrama untuk digunakan Siswi yang mendaftar pada jurusan baru tersebut, Saya yakin mutu pendidikan di Rejang Lebong akan menjadi lebih baik lagi. Sebab, dengan adanya asrama putri ini, orang tua siswa tidak lagi mengeluarkan biaya sewa tempat tinggal bagi putrinya selama mengenyam pendidikan di MA Baitul Makmur ini,” ujarnya.

Dilanjutkan Supani, dengan adanya dukungan fasilitas serta konsep konsep pengembangan yang ada ini, tidak menutup kemungkinan Madrasah Aliyah yang saat ini masih dibawah naungan Yayasan Baitul Makmur ini akan terus digagas menjadi Madrasah Aliyah Negeri Model Pertama di Kabupaten Rejang Lebong ini.

“Untuk itu, sangat diharapkan dukungan dari berbagai pihak antara lain Kanwil Kemenag Bengkulu, Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong dan para Darmawan lainnya,” ujar Supani. [Ifan Salianto]