Deputi Kepala BI Perwakilan Provinsi Bengkulu Rifat Pasha

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Bank Indonesia (BI) cabang Bengkulu melakukan upaya untuk menekan angka inflasi pada Ramadhan 2019. Dalam hal ini pihaknya menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkulu untuk menekan tingkat inflasi yang saat ini tercatat mencapai 0,54 persen.

Deputi Kepala BI Perwakilan Provinsi Bengkulu Rifat Pasha, Jumat (18/5/2019) mengatakan pihaknya mencatat angka inflasi saat ini mencapai 0,54 persen, jumlah tersebut meningkat dibandingkan April 2018 lalu.

Peningkatan inflasi ini disebabkan melonjaknya beberapa harga komoditas antara lain Bawang Putih dan tingginya harga tiket pesawat. BI juga menilai pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan karyawan swasta pada H-7 perayaan Idul Fitri juga menjadi pemicu inflasi.

“Kenaikan komoditas seperti bawang putih menyumbang angka inflasi sebesar 0,1140 persen, sementara harga tiket pesawat menyumbang inflasi sebesar 0,4108 persen. Lonjakan harga akan terjadi sekitar H-7 perayaan Idul Fitri, tingkat konsumsi masyarakat dipastikan meningkat. Untuk itu sebelumnya BI Perwakilan Bengkulu sudah pernah menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu agar THR dapat dibagikan sebelum ramadhan dengan tujuan untuk mengendalikan inflasi,” ungkap Rifat Pasha.

Rifat Pasha menjelaskan, Ramadhan 2019 tingkat inflasi lebih krusial, hal ini disebabkan tingginya permintaan barang dipasaran, selain itu, kebiasaan masyarakat yang lebih banyak berbelanja saat Ramadhan dari pada hari biasa juga menyebabkan kondisi inflasi menjadi lebih krusial. Maka dari itu pihaknya menggandeng MUI dengan harapan dapat mengendalikan tingkat inflasi di bulan Ramadhan.

“Dalam hal ini MUI diharapkan bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak terlalu berlebihan berbelanja pada Ramadhan ini, terlebih pada saat menjelang perayaan Idul Fitri agar angka inflasi tidak terus meningkat, kita juga berharap kepada masyarakat dapat mengontrol dalam berbelanja pada Ramadhan dan Idul Fitri,” ungkap Rifat Pasha.

Sementara Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Prof Rohimin mengatakan, pihaknya sudah lama bekerjasama dengan BI untuk membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengendalikan inflasi.

“Didalam agama ada ajaran tersendiri tentang inflasi tetapi dengan bahasa yang berbeda. Kita akan meminta pemuka agama untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terlalu berlebihan dalam berbelanja melalui ceramah karena agama mengajarkan tidak boleh melakukan sesuatu yang berlebihan, termasuk juga dalam berbelanja tidak boleh boros sehingga menjadi mubazir,” terang Rohimin. [Ardiyanto]