PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terkait adanya vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bengkulu kepada salah satu terdakwa kasus tindakan asusila mendapat mendapat sorotan dari Yayasan  Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu.

Direktur PUPA Bengkulu, Susi Handayani, saat dikonfirmasi, Jumat (17/5/2019) mengatakan pihaknya prihatin dengan vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap salah satu terdakwa dugaan kasus asusila. Menurutnya vonis yang dijatuhkan tersebut tidak tepat, ia menilai tidak ada keadilan untuk korban.

Pihaknya juga sangat mendukung langkah dan upaya hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung terkait vonis bebas terdakwa dugaan asusila tersebut.

“Jika korban berusia anak, maka tidak ada unsur suka sama suka, karena anak tidak mampu mengambil keputusan dengan sadar dan dampak yang dialaminya. Tidak ada alasan pelaku tidak mengetahui kalau korban berusia anak. Karena sesungguhnya berapapun usia korban tidak dapat menjadi sasaran perilaku seksual pelaku. Kami PUPA sangat mendukung upaya Jaksa melakukan kasasi, karena tidak ada keadilan untuk korban,” tegas Susi Handayani.

Seperti dilansir sebelumnya terdakwa kasus dugaan asusila tersebut ada empat orang diantaranya Deka Saputra, Sawallani,
Medi Hartono, dan Apriyadi.

Diketahui dalam sidang di Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (17/5/2019) yang diketuai Majelis Hakim Imanuel, salah satu terdakwa yaitu Deka Saputra di vonis bebas. Sementara tiga terdakwa lainnya di vonis dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dan denda 100 juta rupiah subsider 3 bulan kurungan.

Putusan yang dijatuhkan kepada para terdakwa tersebut jauh dari tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu dengan hukuman 7 tahun penjara.

Menyikapi putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim, JPU akan mengajukan memori kasasi di Mahkamah Agung terhadap terdakwa Deka Saputra yang divonis bebas. Selain itu, JPU juga akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi terhadap putusan Majelis Hakim terhadap tiga terdakwa lainnya.[Ardiyanto]

Adapun bunyi amar putusan terdakwa Deka Saputra :

– Menyatakan terdakwa Deka Saputra tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan kesatu atau dakwaan kedua atau dakwaan ketiga penuntut umum.

– Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan penuntut umum.

– Memlihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya.

Sedangkan bunyi amar putusan tiga terdakwa lainnya :

– Menyatakan terdakwa Sawallani, Medi Hartono, dan Apriyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama membujuk anak bersetubuh dengannya sebagaimana dakwaan pertama penuntut umum.

– Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 2 tahun 6 bulan denda 100 juta rupiah apabila tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurngan pengganti denda selama 3 bulan.

– Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh para terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

– Memerintahkan para terdakwa tetap berada dalam tahanan.