PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Anak Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Bengkulu memenangkan medali emas di ajang Internasional Science and Invention Fair (ISIF) yang diselenggarakan di Bali Creative Industry Centre (BCIC), Denpasar pada tanggal 21 sampai dengan 25 Juni 2019.

Sunarno, orang tua dari Syadza Nur Hanifah Dan Mela Dwi Aulia, yang memenangkan medali emas di Internasional Science and Invention Fair, itu mengatakan sangat bangga dengan anaknya.

“Saya bangga dan senang, apa yang telah diperoleh anak saya,” kata Sunarno, Selasa (25/6/2019).

Diketahui, Syadza Nur Hanifah Dan Mela Dwi Aulia memenangkan mendali emas dengan suatu karya ilmiah dengan dengan judul Biopesticide From Beach Bean in Bengkulu.

Dalam penuturan Sunarno, ia juga menyayangkan belum adanya bantuan pemerintah setempat mengingat ajang tersebut bertaraf internasional.

“Tidak ada bantuan dari Pemerintah, yang ada menggunakan biaya sendiri,” kata Sunarno.

ISIF merupakan event Internasional di bidang Sains dan Invensi pertama dari Indonesia yang diikuti 145 tim dari 11 negara, di antaranya Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Zambia, Turki, Turkmenistan dan Vietnam.

Sedangkan peserta ISIF merupakan pelajar SD hingga perguruan tinggi yang mempresentasikan hasil karyanya di bidang sains dan invensi di mana mereka memamerkan karyanya dalam bentuk produk dan poster. Peserta yang sampai tahap ini adalah mereka yang telah lolos seleksi dari daerahnya masing- masing.

Selain pameran, kegiatan ISIF juga berisi acara kebudayaan dari setiap negara partisipan dalam acara culture show. [Medi Muamar]