Masjid Agung At-Taqwa Anggut Atas adalah masjid kebanggaan warga Kota Bengkulu. Dahulu terkenal dengan kemegahannya, sekarang terus merintis usaha untuk menduplikasi amalan Masjid Nabawi pada zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dulu seperti dakwah ilallah, ta’lim wa ta’alum (belajar dan mengajar), zikir ibadah dan khidmat (pelayanan masyarakat).

Rudi Nurdiansyah, KOTA BENGKULU

Suasana Ramadan 1440 Hijriah terasa lebih istimewa di Masjid Agung At-Taqwa. Jumlah jamaah yang melaksanakan musyawarah agama, buka puasa bersama, salat tarawih, hingga salat sunah tasbih dan sahur berjamaah penuh setiap harinya.

Bahkan Wali Kota H Helmi Hasan dan Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi bersama jajarannya menggelar iktikaf selama 10 hari terakhir Ramadan yang ditutup dengan Malam 1001 Bedug di halaman Masjid Agung At-Taqwa oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Selasa (4/6/2019).

Pintu masjid layaknya SPBU, rumah sakit, hotel, atau apotik, buka 24 jam dalam sehari. Masjid menyiapkan banyak fasilitas bagi warga yang ingin beribadah dan melaksanakan kegiatan keagamaan lainnya.

Siapapun yang ingin merawat dan mengobati imannya di masjid ini disambut dengan senyuman istikbal atau penyambut tamu yang mayoritas merupakan anak-anak muda.

Para pengurus masjid mendedikasikan dirinya untuk menjadi da’i dan da’iyah, atau orang-orang yang mengajak saudara dan saudarinya melakukan kebaikan.

Usai salat subuh berjamaah, usaha agar amalan agama dilakukan oleh umat di seluruh dunia dimusyawarahkan, agenda-agenda diusulkan dan program-program dibentangkan untuk dilakukan sepanjang hari sambil menanti waktu salat sunat isyraq.

Amalan agama di masjid yang mampu menampung 2900 jamaah ini diusahakan mirip dengan amalan ahli surga seperti silaturahmi, sambung hati, jaulah hingga makan minum yang disiapkan gratis untuk seluruh warga usai salat berjamaah.

Salah satu contoh, untuk melayani para musafir yang singgah ke masjid yang memiliki luas 879.2 meter persegi itu pada liburan lebaran Hari Raya Idul Fitri 2019 ini, pengurus masjid menyiapkan minuman, buah-buahan, hingga bantal untuk masyarakat yang ingin beriktikaf di masjid.

Namun kini Ramadan 1440 Hijriah telah berlalu.

Memasuki bulan Syawal, Imam Masjid Agung At-Taqwa Ustaz Ibnuhajar Asshidqi Basalamah berpesan kepada jamaah untuk tetap istikamah dalam usaha memakmurkan masjid.

Sabtu (8/6/2019), Ustaz Ibnu mengatakan, Ramadan merupakan bulan pendidikan dimana iman seseorang seakan seperti tanah yang dibakar.

“Ketika proses pembakaran iman itu sempurna, maka setelah lebaran, ia akan menjadi manusia yang bahagia dalam amal agama, berhasil menginjak hawa nafsu duniawinya untuk berjalan mengarungi kehidupan menuju surga,” demikian kata ustaz yang khas dengan gamis dan pecinya ini. [**]