PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) soal konflik nelayan tradisional dan nelayan trawl Bengkulu yang terjadi beberapa waktu lalu di Aula Command Centre Polda Bengkulu, Selasa (11/6/2019).

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Supratman, M.H, mengajak masyarakat untuk menyerahkan masalah ini kepada DKP serta instansi terkait lainnya. Kapolda juga meminta para nelayan untuk tidak mudah terpancing atau terprovokasi dengan hal yang dapat menimbulkan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Kapolda berharap awal tahun depan di seluruh wilayah laut Provinsi Bengkulu sudah terlaksana Zero Trawl sehingga tidak terjadi lagi konflik-konflik yang dapat merugikan, sehingga ekosistem laut di Provinsi Bengkulu bisa tetap terjaga sehingga dapat di nikmati hingga anak cucu nanti.

“Saya harap tahun depan Zero Trawl sudah terlaksana di Bengkulu,” kata Kapolda.

Ditambahkan Kapolda, apapun permasalahan yang terjadi untuk tidak menyelesaikannya dengan cara kekerasan dan ia berharap tidak terjadi lagi konflik antara nelayan trawl dan nelayan tradisional.

Diketahui, Rakor pembahasan Konflik nelayan tersebut di pimpin Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Supratman, M.H., didampingi Wakapolda Bengkulu Kombes Pol Budi Widjanarko, S.H., M.H., Irwasda Polda Bengkulu Kombes Pol Herukoco M.Si. , dan di hadiri  Asisten II Provinsi Bengkulu Bengkulu Hj. Yuliswani, SE.,MM, Danrem 041 Gamas diwakili Letkol Inf Arh M. Fatkhurrahman, SIP, Danlanal Bengkulu diwakili Mayor Laut (P) Rayindra, Ka DKP Provinsi Bengkulu Bengkulu, Ir. Sri Hartati MMA, Perwakilan Nelayan Tradisional Kota Bengkulu, Seluma dan Bengkulu Utara/Tengah.[Ardianto]