PedomanBengkulu.com, Seluma – BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dan Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa Teken MoU, kepesertaan JKN KIS kepala Desa dan perangkat Desa di Kabupaten Seluma.

Hal ini sangatlah diperlukan mengingat untuk meningkatkan kepesertaan ini haruslah dimulai dari perangkat desa. Acara ini digelar di Aula Bappeda Seluma yang langsung dibuka oleh Wakil Bupati Seluma, Suparto, Sekira pukul 10.30 wib, senin 23 Juni 2019.

“Hari ini mulai tahapan registrasi terhadap pemerintah desa terkait kepesertaan Kades dan perangkat desa. Dinas PMD selaku OPD yang langsung bersentuhan dengan pemerintah desa yang menjadi corong untuk BPJS Kesehatan mendorong Pemerintah Desa mendaftarkan kades dan perangkat sebagai peserta BPJS Kesehatan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Seluma, Ricco Hanggara kepada wartawan.

Dijelaskan Ricco, pembayaran iyuran BPJS Kesehatan bagi kepala dan Perangkat Desa sesuai Perbup nomor 20 tahun 2018 sebesar 5 persen. 2 persen dari gaji dan 3 persen dianggarkan dari Anggaran Dana Desa (ADD).

Ketentuan tersebut jika gaji perangkat desa sesuai Upah Minum Provinsi (UMP). Namun ada yang gaji perangkat desa kita masih di bawah UMP. Kades dan perangkat nantinya akan didaftarkan sebagai peserta kelas II.

Selain kades dan Perangkat desa yang terdaftar sebagai peserta JKN, juga ada masing-masing lima orang anggota keluarga.

“Saat ini diketahui perangkat desa kita ganinya masih ada dibawah UMP. Satu orang perangkat desa itu menanggung untuk lima orang. Misalnya suami, istri dan tiga orang anak,” jelas Ricco.

Sedangkan, dari 182 desa se Kabupaten Seluma, baru 4 Desa saja yang mendaftarkan perangkat desa sebagai peserta BPJS Kesehatan. yaitu Desa Sukamaju, Desa Talang Sebaris, Talang Benuang, dan Lawang Agung.

“Perbupnya sudah ada,tinggal desa menganggarkan. Nanti kita akan turun ke Desa, untuk semua proses yang memang harus diselesaikan,” ujar ricco. [YD]