PedomanBengkulu.com, Bengkulu Selatan – Rumah Tangga Miskin (RTM) di Bengkulu Selatan yang selama ini menerima bantuan Beras Sejahtera (Rastra) dalam bentuk beras akan segera beralih ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Melalui metode BPNT ini, penerima bantuan cukup menggunakan kartu untuk mengambil bantuan pangan berupa beras dan telur di warung-warung terdekat yang telah terdaftar.

Untuk sementara, sudah ada 52 warung yang biasa disebut E-warung yang tersebar di 11 Kecamatan untuk melayani pengambilan bantuan. E-warung tersebut merupakan warung yang telah bekerjasama dengan pemerintah dan Bank BRI yang telah dilengkapi dengan fasilitas dan aplikasi khusus.

Idealnya, kata Heriyadi, jumlah E-warung yang baru 52 unit tersebut masih kurang. Namun karena keterbatasa alat dan perangkat dari BRI, maka baru bisa membentuk 52 E-warung.

“Mulai Juli nanti sudah tidak ada lagi Rastra yang selama ini didistribusikan Bulog dalam bentuk beras. Sebagai penggantinya, masyarak penerima bantuan akan mendapatkan kartu, nanti bisa dilakukan transaksi di e-warung untuk mendapatkan beras dan telur,” jelas Kepala Dinas Sosial Bengkulu Selatan, Heriyadi.

Saat ini kartu BPNT sedang didistribusikan oleh Bank BRI.

Jangan Tukar BPNT Dengan Rokok

Jumat (14/6), secara simbolik program BPNT diluncurkan Bupati Gusnan Mulyadi di Jalan Iskandar Baksir Kelurahan Tanjung Mulya Kecamatan Pasar Manna atau tepatnya di Toko D & N yang menjadi tempat transaksi BPNT atau kerab disebut e – Warung.

“BPNT ini harus benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh keluarga penerima manfaat. Jangan berasnya diambil kemudian ditukar rokok. Kalau ketahuan seperti itu maka akan kami blacklist,” tegas Gusnan saat memberikan sambutan.

Pihaknya menjelaskan, program BPNT merupakan salah satu upaya meningkatkan ekonomi rakyat dengan memberdayakan kios atau warung.

BPNT sendiri merupakan peralihan dari bantuan sosial (bansos) pangan, yang sebelumnya berbentuk beras subsidi atau dikenal dengan nama beras keluarga sejahtera (rastra).

Untuk Kabupaten Bengkulu Selatan, terdapat 11.895 keluarga penerima manfaat (KPM) warga yang mendapat manfaat dari program tahun ini.

Masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp 110 ribu per bulan. Dana di kartu tersebut digunakan untuk membeli bahan pangan, di kios yang bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia.

Ditambahkan Bupati, launching BPNT adalah sebagai daya ungkit ekonomi keluarga dan masyarakat secara multiplayer effect.

“Diharapkan dapat mengedukasi masyarakat mengenai manfaat sistem transaksi non tunai,” katanya.

Selain itu dengan program BPNT, diharapkan bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu.

“Program ini merupakan komitmen pemerintah mengurangi beban pengeluaran, serta memberikan nutrisi yang seimbang kepada para keluarga penerima manfaat secara tepat sasaran dan tepat manfaat,” imbuhnya.

Dia mengharapkan dukungan semua pihak dalam pelaksanaan program BPNT ini. Supaya dapat terealisasi dengan baik dan tepat sasaran sampai kepada yang berhak.

“Cukup dengan menggesek kartu, warga penerima manfaat akan menerima bantuan pangan. Bisa beras atau telur, tergantung apa yang dibutuhkan,” pungkas Gusnan. [Apdian Utama/Rls]