PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim dari Divisi Keimigrasian dan Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Bengkulu yang terdiri dari tim Bidang Inteldakim Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah (Kanwil) Bengkulu bersama Kakanim dan Tim Inteldakim Kanim Kelas I TPI Bengkulu baru saja melakukan razia terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara, Teluk Sepang, Pulau Baai, Bengkulu, Rabu (26/6/2019).

Dalam razia tersebut, saat tim datang di lokasi PLTU Pulau Baai didapati 9 orang TKA terdiri dari 6 orang TKA yang bekerja di PT Indofundong dan 3 orang TKA bekerja di PT MIC melarikan diri dan bersembunyi di hutan sekitar pinggir pantai untuk menghindari petugas.

Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Samsu Rizal, mengatakan razia tersebut berdasarkan UU 6 / 2011 tentang keimigrasian, PP 31 / 2013 tentang peraturan pelaksanaan UU 6 / 2011 tentang keimigrasian, Peraturan Menkumham nomor 4 / 2017 tentang Tata Cara Pengawasan Keimigrasian dan Surat Perintah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bengkulu nomor W.8.IMI.IMI.1.859-GR.02.01 tanggal 25 Juni 2019. Sekaligus tindak lanjut terkait adanya pemberitaan di media soal banyaknya TKA yang melarikan diri pada saat dilakukan kegiatan pengawasan oleh pihak Kanim Bengkulu pada tanggal 13 Juni 2019.

“Ada sembilan orang yang melarikan diri saat kami razia,” kata Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Samsu Rizal.

Dijelaskan Samsu Rizal, kemudian hasil dari pemeriksaan dokumen keimigrasian, ke 9 orang TKA tersebut merupakan ppemegang Ijin Tinggal Terbatas (ITAS) yang dikeluarkan oleh Kanim Kelas I TPI Bengkulu.

Dari keterangan yang diperoleh, ke 9 orang TKA tersebut melarikan diri karena ketakutan dan ketidaktahuan mereka. Para pekerja yang lari dan sembunyi dari petugas tersebut perlu diberikan pemahaman tentang aturan terkait ketenagakerjaan di Indonesia.

“Kalau memang mereka punya izin tinggal jangan lari karena hal itu bisa memunculkan kecurigaan masyarakat,” terang Samsu Rizal.

Pihaknya mengimbau kepada perusahaan yang mempekerjakan TKA untuk memberikan bimbingan kepada TKA sehingga tidak melakukan tindakan tidak terpuji dan pihaknya menegaskan agar para TKA yang bekerja di wilayah tersebut tidak menggunakan “Visa on Arrival” untuk tujuan bekerja.

Diketahui hasil pemeriksaan petugas TKA yang bekerja di proyek PLTU batu bara Teluk Sepang tersebut sebanyak 402 orang. [Anto]