Ahmad Kanedi, Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI sekaligus pendiri Yayasan Pusaka Merajut Nusantara saat peresmian Yayasan Pusaka Merajut Nusantara di rumah peninggalan keluarga Fatmawati di Anggut Atas kota Bengkulu, Sabtu (1/6/2019).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Ahmad Kanedi, Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI sekaligus pendiri Yayasan Pusaka Merajut Nusantara mengharapkan Universitas Bengkulu (UNIB) menjadi pusat kajian Pancasila yang satu-satunya di Indonesia.

“Kita akan komunikasikan UNIB akan menjadi pusat kajian pancasila yang satu-satunya di Indonesia, Bahkan jika perlu di UNIB kita dukung ada program Doktor Pasca Sarjana khusus hukum Pancasila,” kata Ahmad Kenedi, Sabtu (1/6/2019).

Selain berharap UNIB menjadi pusat kajian Pancasila, Ahmad Kenedi juga berharap, Kota Bengkulu menjadi destinasi wisata sejarah kebangsaan.

“Nilai-nilai luhur kebangsaan harus terus diwariskan kepada generasi, Bengkulu ini punya sejarah peradaban tinggi, untuk itu sebagai generasi harus peduli pada nilai-nilai budaya lokal serta nilai-nilai sejarah kebangsaan yang ada di Bengkulu,” ujar Ahmad Kenedi yang sering di panggil Bang Ken.

Cetusan menjadikan Universitas Bengkulu menjadi pusat kajian Pancasila, melihat Bengkulu yang mempunyai sejarah yang sangat kuat bagi Indonesia menjadi negara yang merdeka.

Dimana ibu Fatmawati sebagai ibu negara pertama Republik Indonesia yang berdarah asli Bengkulu dan ia juga merupakan Penjahit sang saka merah putih.

Adanya pusat kajian Pancasila kaitannya dengan Ibu Fatmawati diharapkan dapat menambah daftar alasan orang-orang berkunjung ke Bengkulu, baik untuk belajar mengenai sejarah, kebangsaan, kemerdekaan, berwisata hingga menggali dasar-dasar filosofi berdirinya Indonesia.

Perlu diketahui, Ibu Fatmawati lahir dari pasangan Hasan Din dan Siti Chadijah. Orang tuanya merupakan keturunan Putri Indrapura, salah seorang keluarga raja dari Kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Ayahnya merupakan salah seorang pengusaha dan tokoh Muhammadiyah di Bengkulu.

Pada tanggal 1 Juni 1943, Fatmawati menikah dengan Soekarno. Dari pernikahan itu, ia dikaruniai lima orang putra dan putri, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Pada tanggal 14 Mei 1980 ia meninggal dunia karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umroh dari Mekah yang lalu dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. [Medi Muamar]