Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana

PedomanBengkulu. com, Seluma- Penyidik Unit Tipikor Polres Seluma geledah rumah Mantan Kades Tumbu’an Kecamatan Seluma Barat Suhardiman serta rumah Sekdes Pepzi. Dari hasil penggeledahan polisi mengamankan sebanyak 87 lembar sertifikat yang belum dibagikan oleh mantan kades dan sekdes.

Hal ini, terkait pengusutan dugaan korupsi yang dilakukan mantan kades dengan melakukan pemungutan terhadap masyarakat yang membuat sertifikat pekarangan dan kebun.

“Rumah mantan kades dan sekdes sudah dilakukan pengeledahan dan mengamankan 87 sertifikat untuk dijadikan barang bukti(BB),” kata Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana didampingi Kasat Reskrim AKP Rizka Fhadila melalui Kanit Tipikor Iptu Denny Siregar kepada wartawan.

Disampaikannya, penyidik juga memintai keterangan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Seluma. Dipastikan, penyidikan kasus ini akan segera dirampungkan dan ditingkatkan status dari penyelidikan ke Penyidikan. Setelah itu baru kita tetapkan tersangka.

“Setelah kita tingkatkan status dari Lid ke Dik dan kita gelar pekara baru, kita tetapkan tersangkanya,” ujar Kanit.

Diketahui, pembuatan sertifikat prona tahun 2017, Desa Tumbuan menerima kuota sertifikat dan telah diterbitkan BPN sebanyak 426 Persil. Hanya saja, dalam pembagian sertifikat tersebut, warga dikenakan biaya untuk menebusnya dengan besaran bervariasi. Sertifikat jenis pekarangan rumah dikenakan biaya Rp 500 ribu, Rp 700 ribu untuk sertifikat jenis kebun. Sementara untuk sertifikat jenis kebun dipungut Rp 1 juta persil.

Dalam penetapan besaran uang tebusan itu penerima sertifikat tidak diajak rapat. Ada sekitar 35 warga yang dimintai uang dari total warga yang membuat sertifikat prona. [YD]