PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Ira Diana sebagai Anggota Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia sekaligus calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) RI berdiskusi dengan Pedoman Bengkulu di Sari Wangi, jalan Letjen Soeprapto, Kota Bengkulu, Selasa (11/6/2019).

Dalam diskusi tersebut, membahas tentang literasi media. Menurut Ira Diana, literasi media sangatlah penting karena apa yang dilihat di media merupakan alat yang mudah diakses masyarakat luas sehingga dapat menimbulkan opini publik.

“Media sangat berpengaruh dengan opini publik, sehingga sangat perlu media untuk mengedukasi massa luas,” kata Ira.

Ira melanjutkan, media juga dapat mengubah budaya yang ada di suatu daerah, salah satu contohnya adalah budaya kpop (Musik Pop Korea) yang sudah menjadi budaya para pemuda zaman sekarang, sehingga budaya asli Indonesia perlahan-lahan mulai tergerus.

“Budaya luar seperti Kpop mulai masuk kepada para pemuda sehingga menyebabkan tergerusnya budaya asli Indonesia, itu semua karena peran media,” lanjut Ira.

Ira mencetuskan perlunya verifikasi media agar acara-acara yang ada tidak menimbulkan kerusakan budaya asli dan diisi dengan media yang bersifat edukatif sehingga dapat menimbulkan wawasan sekaligus memperkuat budaya yang ada. Verifikasi media itu perlu peraturan yang ada, seperti di KPI undang undang Peraturan Komisi Indonesia nomor 01/P/KPI/03/2012 dengan mengubah komponen penyiaran yang bersifat edukatif dan pembatasan Import industry perfilman dan sebagainya.

“Regulasi kita agar memiliki sifat edukatif sekaligus pembatasan Import Perfilman. Contoh Negara Cina, semua industry film dari luar negeri dibatasi hanya beberapa yang diterima, berguna untuk menjaga budaya budaya yang ada,” cetus Ira.

Selain import media, perlunya membuat dan mendukung industri perfilman nasional agar berjalan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Industri perfilman nasional menurutnya juga dapat meningkatkan kemandirian suatu bangsa.

Untuk diketahui, menurut Penelitian Programme for International Students Assessment (PISA) menunjukkan rendahnya tingkat literasi Indonesia dibanding negara-negara di dunia. Sedangkan hasilnya, Indoesia peringkat ke 62 dari 70 negara. [Medi Muamar]