Ilustrasi

PedomanBengkulu.com, Seluma
Jumat pagi (7/6) pukul 06.00 WIB ratusan warga Desa Sinar Pagi Kecamatan Seluma Utara mendadak dihebohkan dengan kematian dua ekor anjing milik Kades Desa Sinar Pagi. Pasalnya dua ekor anjing tersebut nekat digasak oleh harimau Sumatera.

“Dua ekor anjing itu merupakan penjaga dirumah saya, kejadian pada Kamis malam pak sekitar jam 21.00 WIB, jadi tadi pagi semua warga datang ke rumah pak,” ujar Riki Rikardo selaku Kades Desa Sinar Pagi. Jumat (7/6/2019).

Disampaikan bahwa pihaknya juga sudah melaporkan kepada pihak BKSDA Seksi Wilayah II Seluma mengenai peristriwa harimau yang memangsa dua ekor anjing miliknya.

“Saya langsung menginformasikan kepada BKSDA Seluma mengenai kejadian ini untuk ditindak lanjuti karena dianggap membahayakan warga kami. Selain itu saat ini sedang musim lebaran,” imbuh Riki.

Terpisah, Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Bengkulu Darwis Saragi melalui Zainal Asikin selaku Kanit Polhut menyampaikan bahwa untuk wilayah Desa Sinar Pagi memang tidak jauh dari kawasan taman buru Semidang Bukit Kabu dengan jarak 5 km.

“Upaya yang saat ini kita lakukan yakni pengusiran terhadap harimau sumatera. Karena Desa Sinar Pagi tidak jauh dari home range yang menjadi wilayah jelajah dari harimau tersebut. Selain itu bagi warga tetap harus waspada,” singkat Zainal Asikin.

Dalam beberapa kurun waktu terakhir, penampakan harimau di Seluma selalu menimbulkan keresahan warga.

Harimau sendiri dengan jenis harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae) merupakn satwa langka.

Populasi harimau Sumatera di wilayah Bengkulu, menurut perkiraan, saat ini tinggal 17 ekor.

Melansir Wikipedia, harimau sumatra adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatra, dan merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN.

Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di taman-taman nasional di Sumatera.

Harimau sumatra adalah subspesies harimau terkecil. Harimau sumatra mempunyai warna paling gelap di antara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke kaki atau sekitar 250 cm panjang dari kepala hingga kaki dengan berat 300 pound atau sekitar 140 kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60 cm. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci atau sekitar 198 cm dan berat 200 pound atau sekitar 91 kg. Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Warna kulit harimau sumatra merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga jingga tua. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan. [Wahyu]