PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan akan menargetkan paling cepat akhir Juli dilakukan peletakan batu pertama rencana pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau.

Bila tidak dapat dilakukan pada akhir Juli, Rohidin berharap selambat lambatnya dapat dilakukan pada Agustus 2019 nanti.

“Kita targetkan paling lambat awal Agustus sudah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan tol sepanjang 95,8 Kilometer,” kata Rohidin Mersyah, Senin (24/6/2019).

Rohidin mengakui, saat ini masih menunggu rampungnya penanda tanganan semua berita acara dengan pihak terkait untuk Surat Keputusan (SK) Penetapan Lokasi (Penlok) rencana pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau.

“Setelah berita acara rampung, baru diserahkan ke PT Hutama Karya-HK. Selanjutnya PT. HK menyerahkan kepadanya untuk dikeluarkan atau diterbitkan SK-nya,” kata Rohidin.

Lanjut Rohidin, setelah semua selesai barulah proses ganti rugi, jalur yang dilewati oleh jalur Tol Bengkulu – Taba Penanjung.

“Proses ganti rugi lahan yang termasuk dalam trase atau rute pembangun jalan tol, akan dilakukan, setelah semua selesai,” lanjut Rohidin.

Selain itu, kata Rohidin untuk proses nilai ganti rugi nantinya dikatakan, setelah selesai baru dilakukan peletakan batu pertamanya yang rencana di hadiri oleh Presiden RI.

“Untuk peletakan batu pertama nanti kita minta dihadiri langsung Presiden RI. Tapi kepastian hadir atau tidak, masih di koordinasikan,” kata Rohidin

Lebih jauh, tambah Rohidin untuk tahap awal rencana pembangunan jalan tol sepanjang 17 Km dimulai dari Pulau Baai Kota Bengkulu hingga Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Untuk itu, Rohidin  mengharapkan dalam pembangunannya nanti tidak ada kendala dalam realisasinya.

“Untuk trase terkena lahan milik perusahaan, diyakini semuanya akan rampung, seperti trase yang melalui jalur sutet milik PT TLB untuk dapat dipindahkan. Dimana untuk biaya pemindahannya merupakan tanggungjawab dari PT HK. Begitu juga dengan lahan milik 5 perusahaan perkebunan lainnya,” pungkas Rohidin.

Pembangunan tol Bengkulu-Taba Penanjung merupakan bagian dari Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit dan Direktur Utama PT Hutama Karya, Bintang Perbowo di Balai Semarak.

Penandatanganan disaksikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan sejumlah pejabat lainnya, jalan tol tersebut akan dibangun dengan anggaran mencapai Rp33,12 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman perbankan.

Ini akan menjadi tol pertama di Bengkulu yang akan menembus Bukit Barisan melalui terowongan dengan target penyelesaian konstruksi seluruh jalan pada Desember 2022. [Medi Muamar]