PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pimpinan DPD RI menggelar silaturahmi halal bihalal dalam rangka Hari Raya ldul Fitri 1440 Hijriyah di Loby Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Dalam halal bihalal ini hadir Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO), Wakil Ketua DPD RI Darmayanti Lubis, Wakil Ketua DPD RI Akhmad Muqowam, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Anggota DPD RI Provinsi Bengkulu Riri Damayanti John Latief, Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta Fahira Idris, Anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Idris, dan Anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Selatan M Sofwat Hadi.

Turut serta Sekretaris Jenderal DPD RI Reydonnyzar Moenek para Pejabat Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), dan Staf Ahli Anggota DPD RI di lingkungan Ibukota Negara.

Dalam paparannya, Ketua DPD RI Oesman Sapta mengucapkan mohon maaf lahir dan batin pada seluruh jajaran Kesekjenan DPD RI. Dengan nada rendah, OSO menyebutkan bahwa halal bihalal tersebut bisa jadi yang terakhir bagi dirinya di DPD RI.

“Semoga kinerja seluruh pegawai di lingkungan DPD RI bisa terus meningkat,” kata OSO.

Sementara Ketua MPR RI Zulkifli Hasan juga mengutarakan permohonan maafnya secara lahir dan batin kepada seluruh jajaran MPR RI sekaligus menyampaikan harapan agar DPD RI dapat terus maju.

“Mudah-mudahan Amandemen bisa terlaksana. Sehingga DPD RI bisa diperkuat,” ujar Zulkifli Hasan.

Anggota DPD RI, Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kinerja OSO selaku Ketua DPD RI. Menurutnya, selama menjabat, OSO memiliki peran signifikan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

“Mudah-mudahan Pak OSO senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang untuk terus memberikan sumbangsih bagi kemajuan Indonesia. Beliau memiliki peran yang sangat penting dalam memperjuangkan aspirasi daerah selama ini,” tutur Riri Damayanti.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI itu menjelaskan, halal bihalal ini menjadi perakat tali persaudaraan dan persatuan nasional yang telah mentradisi dalam masyarakat Islam Indonesia.

“Semoga dengan silaturahmi ini semua persoalan dan permasalahan yang selama ini mungkin pernah timbul, baik disengaja ataupun tidak, bisa dimaafkan sehingga ke depan pekerjaan-pekerjaan yang tersisa dapat diselesaikan dengan sempurna,” demikian Riri Damayanti. [Eva De]