PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXVI tahun 2019 yang jatuh pada tanggal 29 Juni mendatang, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Bengkulu, Busmar Edisyaf mengajak masyarakat Bengkulu untuk membudayakan gerakan 1821.

Menurutnya, gerakan 1821 ini merupakan salah satu upaya untuk membentengi anak dari pengaruh buruk lingkungan, karena dalam kurun waktu pukul 18.00-21.00 WIB, umumnya semua anggota keluarga berkumpul di rumah.

“Gerakan 1821 adalah program yang sangat sederhana, praktis dan gampang dipraktikan oleh siapapun. Melalui gerakan ini, para orang tua dapat mengisinya dengan kegiatan 3B, yaitu Bermain, Belajar, dan Bicara. Dengan begitu akan muncul rasa tanggung jawab dan orang tua merasa punya peran sebagai orang tua sebenarnya, bukan kebetulan jadi orang tua,” tutur Kepala BKKBN Perwakilan Bengkulu, Busmar Edisyaf, Rabu (26/6) sesaat setelah upacara Harganas di lapangan kantor Gubernur Bengkulu.

Lebih lanjut, Busmar ingin menjadikan momentum Harganas ke-XXVI untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga sejahtera lahir dan batin. Selain itu, seluruh masyarakat Bengkulu diharapkan paham bagaimana menekan ledakan pertumbuhan penduduk.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan membangun Bengkulu mulai dari keluarga. Mari kita jaga dan pelihara. Kita awali mulai dari rumah sendiri, untuk membangun suatu masyarakat sejahtera lahir dan batin dan tetap memegang teguh dua anak cukup,” tambah Busmar.

Sebagai informasi, peringatan Harganas secara Nasional akan dipusatkan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan tema ‘Hari Keluarga, Hari Kita Semua’ dengan slogan ‘Cinta Keluarga, Cinta Terencana’, pada 6-7 Juli 2019. Sedangkan puncak Harganas tingkat Provinsi Bengkulu akan diselenggarakan di Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara pada tanggal 28-29 Juli 2019 mendatang dan akan dihadiri seluruh kabupaten/kota.

Untuk diketahui, Harganas pertama kali dilaksanakan di Provinsi Lampung pada tahun 1993. Pemerintah melalui Keputusan Presiden RI No. 39 tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional menetapkan 29 Juni sebagai peringatan Hari Keluarga Nasional.

Peringatan Harganas berdasarkan perjuangan menuju kemerdekaan mengharuskan mayoritas kepala keluarga zaman dulu meninggalkan keluarganya menuju medan perang. Berdasarkan penelusuran sejarah, Belanda secara de facto baru menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia sepenuhnya pada 22 Juni 1949.

Seminggu kemudian, tepatnya 29 Juni 1949, para pejuang baru kembali ke keluarganya masing-masing. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi landasan bagi peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), yakni hari kembali ke keluarga.

Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Keluarga diharapkan menjadi sumber yang selalu menghidupkan, memelihara, memantapkan, dan mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan kehidupan dewasa ini.

Tujuan dari peringatan Harganas adalah meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera dalam kerangka ketahanan keluarga, dan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan 8 fungsi keluarga yang terdiri dari agama, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, reproduksi, sosial dan budaya, serta lingkungan. Kemudian dapat mewujudkan penerapan 4 pendekatan ketahanan keluarga, yakni keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya, serta keluarga peduli dan berbagi.[Nurhas/Adv]