PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang sudah berjalan selama lebih dari lima tahun ini telah memberikan manfaat kepada pesertanya, baik yang dilayani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Riduan (49) merupakan salah seorang dari ratusan juta peserta JKN-KIS yang merasakan manfaat dari Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Kalau saya pribadi sudah lama sekali memanfaatkan kebaikan Program JKN-KIS ini. Sudah puluhan tahun bahkan sejak saya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Curup. Kalau dulu namanya Askes ya, kalau sekarang BPJS Kesehatan. Sama saja, malah lebih bagus lagi. Kalau dulu hanya bisa buat PNS, sekarang semua masyarakat Indonesia bisa menikmati kebaikan program ini,” ujar Riduan yang ditemui kala sedang menjalani perawatan di Klinik An-Nissa, Kabupaten Rejang Lebong, Rabu (12/6).

Pria yang mengabdi menjadi seorang PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong ini mengaku sudah sejak dahulu tidak merasa asing dengan program jaminan kesehatan.

“Karena saya juga bekerja di sektor kesehatan, saya cukup paham tentang arti penting kesehatan dan juga jaminan kesehatan buat pribadi kita masing-masing. Banyak saya ketemu keluarga yang kocar-kacir mencari pinjaman untuk berobat. Bahkan mendadak miskin saat sakit bukan hal yang aneh lagi. Itulah pentingnya kita memiliki jaminan kesehatan. Sekarang bahkan lebih mudah lagi. Pemerintah kita mencanangkan Program JKN-KIS. Bukan hanya dari sisi kemudahan menggunakannya, tapi juga iurannya. Cukup ringan untuk kantong kita semua. Baik yang PNS, maupun yang bayar secara mandiri. Program JKN-KIS ini sudah seperti penolong bagi semua pesertanya,” ujarnya.

Riduan kemudian menjelaskan alasan mengapa harus dilarikan ke Klinik An-Nissa.

“Tengah malam tiba-tiba demam tinggi dan meriang. Rasanya pandangan sudah tidak jelas lagi. Sudah gelap semuanya. Oleh keluarga langsung dibawa ke IGD Klinik An-Nissa. Alhamdulillah sekarang sudah baikan. Saya sangat mengapresiasi kinerja kawan-kawan di Klinik An-Nissa. Semuanya bergerak dengan cekatan walaupun sudah malam hari. Hanya dengan menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), mereka langsung mengurus saya dengan sangat baik,” katanya sambil tersenyum.[Rls]