Para tersangka saat digiring ke mobil Jaksa Penuntut Umum

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Curup tampaknya tak mau main – main dalam menangani perkara dugaan tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadaan Komputer Laboratorium Bahasa Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong tahun anggaran 2010 lalu.

Pasalnya, terhadap 7 Aparatur Sipil Negara (ASN) tersangka (Tsk) yang saat ini statusnya telah dilimpahkan kepada Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu pada tanggal 27 Mei 2019 lalu tersebut, JPU berencana akan mendakwa para tsk dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang undang no. 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang undang no. 20 tahun 2001 dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Curup, Edi Utama SH melalui Kasi Pidsus, Agustian SH beberapa waktu lalu mengatakan, pasca dilakukan penahanan terhadap ke tujuh tsk pada 23 Mei 2019 lalu, para tsk langsung dititipkan di rutan Malabero Bengkulu.

“Tujuannya tidak lain adalah untuk mempermudah jalannya proses persidangan terhadap para tsk. Sebab, sidang perkara yang akan dijalani oleh para tsk dilakukan di Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu,” ujarnya.

Ditambahkan Kasi Pidsus, ke tujuh tsk dijadwalkan akan menajalani sidang perdana di pengadilan negeri Tipikor Bengkulu pada minggu ketiga bulan Juni 2019.

“Jika tidak ada halangan, sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap para tsk akan digelar 18 atau 19 Juni mendatang. JPU akan mendakwa para tsk dengan pasal 2, pasal 3 UU No.31/1999, telah diubah dengan UU No.20/2001, tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.

Seperti dilansir sebelumnya, setelah sempat mengalami dua kali penundaan oleh pihak Kejaksaan Negeri Curup, Berkas Perkara (BP) penyidikan tipikor pengadaan komputer laboratorium bahasa dinas pendidikan Rejang Lebong tahun anggaran 2010 yang telah digarap sejak tahun 2012 lalu oleh Penyidik unit tindak pidana korupsi (tipikor) Sat Reskrim Polres Rejang Lebong akhirnya dilaksanakan tahapan pelimpahan tahap 2 (pelimpahan tersangka dan barang bukti) kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Curup, Kamis (23/5) di Kantor Kejaksaan Negeri Curup.

Usai menjalani pemberkasan diruang Seksi Pidsus Kejari Curup, ketujuh tersangka yaitu
Ha, Al, Yu, Za dan As yang saat itu bertugas sebagai panitia lelang proyek tersebut dan Su selaku PPTK proyek itu sendiri serta SD yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Rejang Lebong langsung dilakukan penahanan oleh jpu dan dititipkan di Rutan Malabero Bengkulu.

Untuk ketahui, BP tipikor pengadaan korupsi pengadaan komputer tahun anggaran 2010 ini sempat berulang kali bolak balik lantaran tidak dinyatakan lengkap atau P19 oleh JPU.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, proyek pengadaan komputer Laboratorium Bahasa tahun anggaran 2010 di Dinas Pendidikan Rejang Lebong itu dikerjakan oleh CV Wijaya Perdana senilai rp 3 Milyar. Dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan adanya indikasi jika panitia pengadaan dalam menentukan harga pembelian komputer atau HVS tidak menggunakan harga pembanding, melainkan mengacu kepada Engenering Estimate (EE).

Sementara EE sendiri tidak dibenarkan digunakan dalam pelaksanaan proyek pengadaan. EE hanya digunakan pada pelaksanaan proyek fisik pembangunan. Seperti gedung, jalan dan sebagainya.

Atas kondisi itu, Penyidik dan BPKP Bengkulu sepakat jika telah terjadi kerugian negara senilai Rp 800 juta atas pelaksanaan proyek tersebut. [Ipank PeBe]