Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan SH,MH

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu resmi mengajukan memori kasasi terhadap terdakwa tindak pidana asusila yang divonis bebas oleh Majelis Hakim dan mengajukan banding terhadap vonis yang dijatuhkan kepada para terdakwa lainnya.

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan SH,MH saat dikonfirmasi, Jumat (14/6/2019) mengatakan memori kasasi sudah dikirim ke Mahkamah Agung melalui Panitera Pengadilan Negeri Bengkulu.

“Saya sudah melihat akta memori kasasi yang disampaikan tersebut,” ujar Emilwan Ridwan.

Dalam hal ini, kata Emilwan Ridwan, pihaknya menunggu hasil putusan dari Mahkamah Agung terkait memori kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Poin memori kasasi yang pasti keberatan terhadap apa yang menjadi pertimbangan hakim dalam putusan yang pertama, karena hampir sebagian besar apa yang didakwakan dimentahkan oleh Majelis Hakim dan kita mengajukan keberatan sesuai prosedur yaitu melalui memori kasasi,” kata Emilwan Ridwan.

Seperti dilansir sebelumnya terdakwa kasus dugaan asusila tersebut ada empat orang diantaranya Deka Saputra, Sawallani,
Medi Hartono, dan Apriyadi.

Diketahui dalam sidang di Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (17/5/2019) yang diketuai Majelis Hakim Imanuel, salah satu terdakwa yaitu Deka Saputra di vonis bebas.

Sementara tiga terdakwa lainnya di vonis dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dan denda 100 juta rupiah subsider 3 bulan kurungan.

Putusan yang dijatuhkan kepada para terdakwa tersebut jauh dari tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu dengan hukuman 7 tahun penjara.

Menyikapi putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim, JPU akan mengajukan memori kasasi di Mahkamah Agung terhadap terdakwa Deka Saputra yang divonis bebas.

Selain itu, JPU juga akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi terhadap putusan Majelis Hakim terhadap tiga terdakwa lainnya.[Ardiyanto]

Adapun bunyi amar putusan terdakwa Deka Saputra :
– Menyatakan terdakwa Deka Saputra tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan kesatu atau dakwaan kedua atau dakwaan ketiga penuntut umum.

– Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan penuntut umum.

– Memlihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya.

Sedangkan bunyi amar putusan tiga terdakwa lainnya :
– Menyatakan terdakwa Sawallani, Medi Hartono, dan Apriyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama membujuk anak bersetubuh dengannya sebagaimana dakwaan pertama penuntut umum.
– Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 2 tahun 6 bulan denda 100 juta rupiah apabila tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurngan pengganti denda selama 3 bulan.
– Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh para terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
– Memerintahkan para terdakwa tetap berada dalam tahanan.