Pelepasan Raudhatul Athfal (RA) Kota Bengkulu berlangsung di Masjid Akbar At-Taqwa pagi ini, Rabu (19/6/2019).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pelepasan Raudhatul Athfal (RA) Kota Bengkulu berlangsung di Masjid Akbar At-Taqwa pagi ini, Rabu (19/6/2019).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu H Tasri dan sejumlah jajarannya serta orang tua anak-anak Raudhatul Athfal.

Dalam sambutannya Tasri berharap agenda pelepasan Raudhatul Athfal (RA) ini dapat menanamkan nilai-nilai dasar dari agama tentang baca tulis Al-Qur’an dan akhlak-akhlak agama.

Agenda pelepasan bersama anak Raudhatul Athfal (RA) Kota Bengkulu ini mengangkat tema “bersama mengukir generasi Islami cerdas dunia akhirat” ini berjumlah 584 anak yang terdiri dari 33 lembaga.

Agenda ini diawali sambutan dari ketua panitia, sambutan Kepala Kemenag, baca ayat Al-Quran oleh anak-anak serta pelepasan anak didik Raudhatul Athfal (RA) yang langsung di lepas oleh Kepala Kemenag H Tasri dan foto bersama.

Sayangnya, dalam pelepasan ini, banyak pedagang berjualan di dalam masjid. Padahal secara aturan, pemanfaatan masjid sebagai agenda keumatan tidak boleh disertai dengan upaya mencari keuntungan duniawi.

Seorang pedagang menjajakan jualannya di dalam Masjid Agung At-Taqwa. Meski telah dilarang, namun panitia mengklaim bahwa tidak menjadi persoalan mencari keuntungan/jual beli di dalam masjid.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Ikatan Raudhatul Athfal (RA), Lirwana mengatakan pedagang di masjid justru membantu anak-anak dan orang tua yang sedang lapar.

“Justru berdagang itu membantu anak-anak dan orang tua,” kata Lirwana.

Lirwana mengklaim sudah memberitahukan kepada yang hadir dalam agenda tersebut untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan sehingga tidak mengotori masjid.

“Tadi sudah diberi tahu, kalau buang sampah pada tempat yang disediakan sehingga tidak mengotori masjid,” kata Lirwana. [Medi Muamar]