Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terbilang nekat yang dilakukan F (23), warga Kecamatan Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara ini. Pasalnya, dia nekat membuat akun Facebook palsu dengan mengatasnamakan Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman yang diduga akun tersebut digunakan untuk melakukan tindak pidana penipuan dengan mengaku sebagai Kapolda Bengkulu dan meminta sejumlah uang kepada teman dari akun Facebook tersebut dengan dalih dapat membantu meloloskan seseorang mengikuti tes Anggota Polri yang saat ini sedang berlangsung.

“Beberapa hari lalu kita menemukan akun dengan nama Kapolda Bengkulu, setelah kita konfirmasi kepada bapak Kapolda ternyata akun tersebut palsu,” ujar Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman melalui Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno, di Mapolda Bengkulu, Jumat (28/6/2019).

Kemudian, dilanjutkan Sudarno, pihaknya langsung melakukan profilling terhadap akun tersebut dan mencari data-data terduga pelaku selanjutnya dilakukan proses penyelidikan. Dari penyelidikan pihaknya menemukan satu nama yang selanjutnya melakukan upaya pengejaran.

“Alhamdulillah terduga pelaku bisa kita tangkap atas nama FI,” kata Sudarno.

Lebih dalam dijelaskan Sudarno, terduga pelaku menggunakan akun tersebut untuk penipuan dengan modus mengaku sebagai Kapolda Bengkulu dan meyakinkan korban dengan dalih dapat membantu meloloskan seseorang mengikuti tes Anggota Polri yang saat ini sedang berlangsung.

Sedangkan seperti diketahui bersama, proses penerimaan Polri di Polda Bengkulu prosesnya transparan dan nilai siswa yang mengikuti setiap tahapan tes nilainya di berikan dan calon siswa bisa mencatat hasil nilai yang diperoleh.

“Sehingga tidak mungkin siapapun pejabat bisa mengangkat nilai dari yang didapat calon siswa,” jelas Sudarno

Motivasi pelaku ini, kata Sudarno untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan dia sudah dua kali menggunakan akun palsu, yang pertama mengatasnamakan sebagai Komandan Besar Kepolisian (Kombes Pol) dan kedua kalinya menggunakan nama Kapolda Bengkulu tersebut yang berakhir penangkapan.

“Kita masih dalami ini terkait penipuan yang lainnya,” terang Sudarno. [Anto]