Ini adalah basecamp kami, kantor sementara untuk 20 orang enumerator yang akan bertugas di Bengkulu Utara. Sebuah rumah dinas yang sudah lama tak ditempati.

Sebelumnya rumah ini pernah ditempati oleh seorang dokter yang sekaligus membuka praktek pengobatan. Lokasinya di Argamakmur, tepatnya di samping Kantor Dinas Kesahatan Bengkulu Utara. Rumah dinas ini begitu luas, terhitung ada empat kamar, tiga ruangan besar, dua kamar mandi, dua dapur dan satu garasi besar, serta halaman yang luas.

Hanya saja banyak ditumbuhi rumput dan tanaman liar. Butuh satu hari full kami membersihkan rumah ini. Mulai dari halaman sampai ke dalam rumah. Rumput liar kami babat, membersihkan dari satu ruang ke ruangan lain. Suasana di dalam ruangan sangat gelap dan pengap. Bulu kuduk kadang merinding. Wajar saja, rumah yang sudah lama tidak ditempati terkadang punya aura berbeda.

Malam pun tiba, hanya lima orang yang nginap di rumah ini, itupun karena kami bukan asli situ. Apalagi aku yang dari sebrang pulau sana. Jadi terpaksa rumah ini jadi kos-kosan sementara kami. Untung ada barengannya, tidak bisa dibayangkan kalau aku tidur sendirian di rumah tua ini.

Hujan kembali turun sangat deras. Kali ini dibarengi dengan kilatan dan suara menggelegar. Tetesan air satu demi satu masuk ke dalam rumah. Bocor… Aku mengambil ember dan baskom untuk mewadahi bocornya air. Lantas aku pergi keluar untuk memasukan motor milik Agus ke dalam garasi yang gelap dan tak berlampu. Terlihat ada sebuah mobil sejenis ambulance di dalam garasi. Aku tidak berani menatap mobil itu, ada sedikit trauma dengan ambulance.

Tiba-tiba tercium aroma yang sangat familiar buatku, bulu kuduk tiba-tiba berdiri. Hmm, sial, ini kan bau kembang! Cepat-cepat aku kunci garasi dan lalu mencoba untuk tidur.

Bersambung…

Yogie Agusubarnas, Kontributor Pedoman Bengkulu