Riskesdas atau Riset Kesehatan Dasar adalah salah satu riset skala nasional yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, faktor resiko, dan perkembangan upaya pembangunan kesehatan.

Riset ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten di Indonesia. Bengkulu Utara jadi pilihanku dan Enggano lebih tepatnya. Riset ini merupakan program Litbang Kemenkes RI. Di sinilah aku bekerja kali ini, aku dan ratusan orang akan dilatih untuk menjadi Enumerator atau lebih tepatnya Tim Pencari Data, Tim Mondar Mandir, Tim Garis Depan, Tim Prihatin, Tim Merongos, pokoknya bagian repot.

Kami dikirim ke pelosok desa, terus ngetok pintu rumah-rumah warga, terus wawancara berjam-jam, pengukuran tinggi badan, berat badan, tensi, lingkar perut. Memang terdengar mudah, tapi kenyataannya kadang diusir, dicemooh, dikira sales, bikin asam lambung naik saja !

Aku memang sudah sering jadi Enumerator. Kerjanya enak bisa pergi ke pelosok-pelosok, ke tempat baru dan yang mustahil kita kunjungi. Kalo yang berjiwa petualang pasti suka. Tapi kerjanya masih sistem kontrak. Paling lama dikontrak sebulan atau dua bulan.

Sebenernya yang bekerja Riskesdas itu harus orang domisili asli. Karena kerjanya di pelosok desa dan harus wawancara masyarakat, jadi harus orang yang ngerti bahasa setempat. Terus aku gimana ? Seorang berdarah Sunda yang nyasar kerja di Bengkulu? Entahlah, mungkin nanti bakalan pakai Google Translate atau bahasa Tarzan, yang penting bisa jalan ke pelosok Bengkulu.

Sebenarnya aku bisa diterima di sini sedikit banyak atas bantuan temanku, dia yg ngurus biar aku keterima di wilayah Bengkulu. Sebut saja Ratih, dia teman kuliahku dan sekaligus supervisor Riskesdas di wilayah Bengkulu Utara. Secara orang yang tinggal di Subang dan ber-KTP Tangerang ini mustahil diterima di luar domisili. Intinya aku sekarang jadi bawahan si Ratih itu. Ya, begitulah sekilas tentang penjelasan, entah penjelasan apa itu, aku sendiri bingung sebenernya. Tapi ada petualangan yang sangat epic banget dalam perjalanan kali ini.[Yogie Agusubarnas]

Bersambung…