Bengkulu terdiri dari sepuluh Kabupaten dan Kota, antara lain Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Mukomuko, dan Kota Bengkulu.

Dari setiap kabupaten, ada sekitar 15-30 orang yang akan disebar ke pelosok daerah untuk mencari data kesehatan masyarakat. Seminggu ke depan kami semua akan dilatih jadi Enumerator sebelum terjun ke lapangan di daerah Bengkulu Utara. Itulah wilayah kerja kami nanti di Bengkulu ini.

Untungnya di kabupaten Bengkulu Utara ada 20 orang lainnya yang akan sekelompok denganku. Dari 20 orang dibagi jadi lima tim dengan masing-masing tim terdiri dari empat orang. Kebetulan aku tergabung di tim II.

Aku sebenarnya tidak tahu bagaimana karakter mereka yang satu tim denganku. Aku juga masih malas untuk berbaur. Yang ku tahu nama mereka yaitu satu cowo bernama Samosir, dan dua cewe bernama Vina dan Renti. Aku juga tidak tahu kenapa Samosir, nama orang Batak bisa nyasar di Bengkulu, dan aku juga masih males cari tau.

Namun sejauh ini, selama aku terjerumus jadi Enumerator, memang selalu dapat anggota tim dengan karakter yang super ‘ancur’. Ya, aku suka itu… Kenapa bilang suka? Karena, kadang kerja Enumerator itu bikin mental kita ngedrop, bikin bosen, dan naik turun emosi. Jadi butuh tim dengan anggota yang punya kekocakan tingkat dewa. Mental layaknya pasukan ludruk yang ikutan perang armagedon. Kalo anggotanya membosankan sudah bisa dipastiin tidak lama lagi bisa kena strooke ringan…Serius!

Entahlah apa Tim II ini membosankan atau tidak, apa aku bakalan selamat atau berakhir dengan kejang-kejang, kita liat aja nanti.[Yogie Agusubarnas]
Bersambung…