PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung dan siap mensukseskan program strategis Nasional, membangun jalan Tol Bengkulu- Lubuk Linggau.

“Jalan Tol ini bukan hanya untuk Bengkulu saja tapi pada efek ekonomi di Sumatera, kita punya semangat yang sama, agar pengerjaan bisa on schedule,” kata Gubernur Rohidin Mersyah mengenai jalan tol tersebut, baru-baru ini.

Sementara itu, menurut Ketua Perhimpunan Pancasila Provinsi Bengkulu, Yusuf Sugiatno mengatakan program strategis Nasional Tol Bengkulu-Lubuk Linggau tersebut memang mempunyai efek perekonomian yang luar biasa.

“Dimana semua jalur distribusi akan diperlancar tetapi saat ini Bengkulu belum mempunyai kesiapan dalam hal itu. Jika dilangsungkan, kemungkinan Bengkulu akan menjadi warga yang komsumtif, karena semua distribusi barang masuk sementara Bengkulu belum mempunyai kemandirian ekonomi yang matang. Bengkulu belum siap, karena Bengkulu masuk sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi di Indonesia,” kata Yusuf saat di hubungi, Jumat (14/6/2019).

Diketahui, kata Yusuf, berdasarkan data BPS, terdapat peningkatan volume konsumsi barang/jasa dengan indeks 105,17 yang disebabkan karena inflasi yang kurang berpengaruh terhadap total pengeluaran rumah tangga dengan indeks 109,67. Sedangkan indeks pendapatan masyarakat Provinsi Bengkulu masih menunjukkan arah yang negatif dengan indeks 95,28.

“Provinsi Bengkulu angka kemiskinan masih besar di 4 provinsi diantaranya Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur. Sedangkan 6 kabupaten lainnya, yakni Bengkulu Tengah, Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara dan Mukomuko angka kemiskinanya sudah dibawah rata-rata nasional,” ungkapnya.

Menurut Yusuf, seharusnya anggaran pembangun tol tersebut dialokasikan ke 4 daerah yang masih miskin dan membangun jalan yang masih rusak di Bengkulu.

“Seharusnya dana pembangunan tol dialokasikan ke daerah yang masih tertinggal,” kata Yusuf.

Diketahui dana anggaran pembangunan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau ini sebesar Rp14,587 triliun.

Selain itu, menurut Yusuf anggaran sebesar itu selain dialokasikan kedaerah tertinggal agar lebih maju dan pembangunan jalan, juga perlu dialokasikan ke pendidikan dan kesehatan.

“Banyak warga Bengkulu yang tidak mengenyam sekolah, seharusnya dialokasikan kesana sekaligus kesehatan buat warga Bengkulu,” lanjut Yusuf. [Medi Muamar]