Kabid Angkutan Darat Dinas Perhubungan Rejang Lebong, Safrizal S.Sos

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Kendati hanya dilaksanakan selama sepekan, namun perayaan HUT Kota Curup ke 139 Kabupaten Rejang Lebong ternyata banyak memberikan dampak positif bagi Masyarakat Rejang Lebong.

Selain berdampak terhadap meningkatnya perekonomian Masyarakat pedagang, antusias warga yang sangat tinggi untuk mendatangi lokasi perayaan HUT Kota Curup yang digelar di Lapangan Dwi Tunggal Curup guna menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan perayaan dan bazaar tersebut ternyata juga memberikan dampak positif di sisi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rejang Lebong, yaitu perolehan PAD dari sektor pengelolaan parkir kendaraan pengunjung dilokasi tersebut. Betapa tidak, perolehan PAD Parkir lokasi HUT Kota Curup 2019 jauh meningkat jika dibandingkan tahun 2018 sebelumnya.

“Tahun ini, perolehan PAD dari sektor pengelolaan Parkir kendaraan di lokasi perayaan HUT Kota Curup jauh meningkat dari tahun lalu yang hanya berkisar rp 600 ribu. Tahun ini diperoleh diatas satu juta,” ujar Kabid Angkutan Darat Dinas Perhubungan Rejang Lebong, Safrizal S.Sos, Sabtu (29/6).

Dijelaskan Safrizal, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran serta masyarakat Rejang Lebong yang senantiasa bersikap tertib untuk memarkirkan kendaraannya di titik titik lokasi parkir yang telah ditentukan selama mengunjungi lokasi perayaan.

“Dengan tertibnya kita memarkirkan kendaraan di lokasi parkir yang telah ditetukan, maka lokasi terjaga kerapiannya tata letaknya. Dampak lainnya yaitu perolehan PAD kita dari sektor parkir meningkat drastis,” ujar Safrizal.

Disisi lain, tambah Safrizal, saat ini Dinas Perhubungan Rejang lebong terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan PAD dari sektor parkir kendaraan. Salah satunya yaitu dengan menggali titik – titik parkir kendaraan yang memiliki potensi untuk meningkatkan PAD.

“Sekarang ini, petugas kita sedang melakukan survey mencari titik titik lokasi parkir yang berpotensial menyumbang PAD. Baik titik lokasi parkir tepi jalan umum maupun titik lokasi parkir khusus. Beberapa titik lokasi parkir baru sedang kita ajukan untuk dibuat peraturan bupatinya sebagai payung hukum bagi juru parkir memungut retribusi dilokasi baru tersebut. Sebagian lagi masih dalam tahapan survey lokasi untuk menentukan apakah lokasi tersebut potensial atau tidak dikelola untuk perolehan PAD. Dengan langkah langkah ini, kami yakin pencapaian target PAD Parkir tahun ini bisa lebih maksimal,” tegas Safrizal. [Ifan Salianto]