PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, Senin kemarin (10/6/2019) menggelar rapat terbatas dengan beberapa OPD terkait dengan penurunan status Danau Dendam Tak Sudah (DDTS). Dalam rapat terbatas tersebut Rohidin meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) segera merampungkan seluruh dokumen agar pembangunan dan pengembangan destinasi wisata ini dapat segera dilaksanakan dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Diketahui, perencanaan tentang penurunan status Danau Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu sudah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu sekitar setahun yang lalu.

Terkait hal tersebut, Ali Akbar Direktur Kanopi Bengkulu mengatakan pemerintah provinsi perlu meninjau ulang pengalihan status DDTS karena akan menjadi ancaman baru bagi warga Kota Bengkulu yang baru saja tertimpa musibah banjir bandang. Sedangkan DDTS merupakan tempat serapan air yang selama ini menjadi pemicu arus air yang datang dari arah timur Kota Bengkulu, Selasa (11/06/2019).

“DDTS bagian timurnya mengunci air dari bukit barisan, paling tidak sebelum titik jenuh tiba, pengalihan status Danau Dendam menjadi TWA berpotensi akan membuka bagian tersebut, artinya potensi banjir akan semakin meningkat karena porositas air dari gunung menjadi tertutup” kata, Ali.

Lanjutnya, penurunan status tersebut sebenarnya memberikan tingkat ancaman terhadap DDTS akan semakin tinggi, status TWA kalau dilihat dari fungsinya sebagai waduk dan sumber air tawar Kota Bengkulu, sehingga penurunan status ini akan meningkatkan ancaman terhadap keselamatan DDTS itu sendiri.

“Faktanya sekarang DDTS sebenarnya sudah menjadi kawasan wisata, dilematis memang, tapi tetap penting untuk disusun studi kelayakan yang benar-benar komprehensif, jika itu dilakukan dengan benar, saya berfikir penurunan status ini akan sulit untuk diwujudkan, tapi kita pahamlah bagaimana regulasi dibangun” lanjut Ali.

Ali menjelaskan, penetapan DDTS sebagai Cagar Alam karena di kawasan tersebut masih terdapat anggrek pensil (tumbuhan yang dilindungi) yang diyakini sampai dengan sekarang masih ada.

“Saya belum dapat feasebility study-nya penurunan ini, tapi saya percaya ini akan berdampak buruk bagi Danau Dendam secara keseluruhan” jelas Ali.

Untuk diketahui, DDTS memiliki status Cagar Alam (CA) akan diturunkan statusnya menjadi Taman Wisata Alam (TWA). Dengan demikian DDTS yang selama ini dilarang untuk dijadikan kawasan wisata akan dikembangan menjadi destinasi wisata baru di Bengkulu. [Medi Muamar]