PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sebuah pohon dengan tinggi sekira 20 meter tumbang dan melintang di Jalan Fatmawati Soekarno RT 17 RW 2 Kelurahan Penurunan Kecamatan Ratu Samban pukul 17.00 WIB, Sabtu (8/6/2019).

Ahmad Hatta (34), salah satu warga setempat yang menyaksikan kejadian ini mengatakan, pohon yang letaknya persis di depan sekolah dasar negeri tersebut tiba-tiba saja tumbang saat angin sedikit bertiup kencang.

“Mendadak aja tumbang dan syukur alhamdulillah, pas tidak ada yang melintas, jadi tidak ada korban,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memeriksa secara rutin keadaan pohon-pohon yang ada di pinggiran jalan umum agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.

“Kalau memang sudah tampak rapuh harus segara dipangkas. Jangan sampai timbul korban jiwa sebagaimana yang sudah-sudah,” harapnya.

Senada diungkapkan sejumlah pedagang Pasar Barukoto I yang mengeluhkan lebatnya pohon tua yang tumbuh di pasar yang kawasannya dihuni mayoritas warga Tionghoa tersebut. Bila dipandang dari sudut tertentu, pohon-pohon tua itu memberikan kesan horor.

Seperti dikatakan Darwis. Pedagang pakaian jadi ini mengutarakan, bila ada badai atau angin kencang saat musim hujan, para pedagang cemas dengan keberadaan pohon-pohon tua tersebut.

“Beberapa tahun yang lewat pernah pohon-pohon ini menimpa mobil yang terparkir di bawah pohon. Memang tidak ada korban jiwa. Tapi masalah ini membuat banyak pedagang yang trauma. Pohon-pohon itu sudah layak ditebang,” katanya.

Ia mengutarakan, persoalan ini sudah disampaikan kepada para pejebat yang terkait sejak beberapa tahun yang lalu. Hanya saja hingga kini, usul tersebut tidak pernah direalisasikan. Ia berharap aspirasi para pedagang ini segera didengar.

“Dulu waktu mau mencalonkan diri, Wakil Wali Kota Patriana Sosialinda juga pernah mendatangi pasar ini dan menyampaikan banyak yang diperbaiki dari pasar ini. Tapi sampai sekarang perbaikan itu belum pernah dilakukan,” bebernya.

Senada disampaikan Koordinator Pedagang Pasar Barukoto, Syahrial. Ia mengatakan, penebangan pohon-pohon tua sudah mendesak dilakukan oleh Pemerintah.

“Kalau pohon-pohon tua itu ditebang, setidaknya Pasar Barukoto tidak diplesetkan orang lagi sebagai pasar baru kotor. Bagaimana tidak, kalau dilihat dari kejauhan, misal dari View Tower, pasar ini akan terlihat seperti hutan,” paparnya. [Iba]