Ilustrasi

PedomanBengkulu.com, Bengkulu Selatan – Program peremajaan (Replanting) Kelapa Sawit mulai diminati petani Bengkulu Selatan. Setidaknya sudah ada 62 Hektar kebun kelapa sawit petani yang sudah mendaftar.

“62 Hektar tersebut terletak di Desa Air Sulau Kecamatan Kedurang Ilir. Namun sebenarnya masih ada lagi, tapi datanya belum masuk ke dinas. Seperti dari Kecamatan Pino dan Pino Raya,” jelas Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan melalui Kasi Pembibitan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan, Betharia Sri Rahayu.

Seluas 62 Hektar lahan di Air Sulau tersebut, sambung Betharia telah dilengkapi dengan persyaratan awal berupa foto kopi KTP, Kartu Keluarga dan Surat Keterangan Lahan.

Untuk persyaratan umumnya, dalam satu desa atau lebih minimal ada 50 Hektar lahan yang akan direplanting.

“Sebenarnya tidak mesti satu desa, bisa saja lebih. Asal masih dalam radius paling jauh 10 Kilo Meter,” imbuh Betharia.

Adapun program Replanting sawit ini diperuntukkan bagi kebun kelapa sawit yang telah berusia di atas 25 tahun, kebun sawit dengan bibit asalan dan kebun kelapa sawit yang produksi kurang baik di bawah 10 Ton/Hektar per tahun. Setiap KK maksimal lahan yang akan direplanting seluas empat Hektar.

Selain itu, lokasi lahan yang akan direplanting tidak menyalahi Tata Ruang dan Tata Wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Yang sesuai dengan RTRW ini ada lima kecamatan yang menjadi sasaran program replanting. Yakni Pino Raya, Pino, Bungamas, Kedurang Ilir dan Manna,” bebernya.

Sementara enam Kecamatan yang tidak diperuntukkan bagi perkebunan kelapa sawit yakni Kecamatan Ulu Manna, Seginim, Air Nipis, Kedurang, Pasar Manna dan Kota Manna.

“Setiap Hektar itu akan dibantu sebesar Rp25 juta. Nanti pencairannya melalui rekening kelompok. Karena program ini tidak perorangan, tapi kelompok, bisa berupa Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani atau Koperasi,” bebernya.

Kuota awal program replanting di Bengkulu Selatan seluas 1.075 Hektar. Namun jika melebihi kuota terswbut bisa ditambah lagi. Dengan kata lain, menurut Betharia, kuota replanting tidak terbatas.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi tingkat kabupaten, selanjutnya sosialisasi akan terus digencarkan ke desa-desa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi melakukan kunjungan ke Bengkulu Utara terkait program replanting sawit. Yang mana Bengkulu Utara sebagai salah satu Kabupaten yang berhasil menerapkan program replanting sawit.

Dalam berbagai kesempatan, Gusnan terus mensosialisasikan program Replanting kelapa sawit ini. Sebagai alternatif, Gusnan menawarkan petani agar bertanam jagung di lahan yang sawitnya dilakukan peremajaan.

“Sambil menunggu sawit panen, lahannya ditanami jagung. Benih mintak ke Dinas Pertanian,” jelas Gusnan. [Apdian Utama/Rilis]