PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Deretan rumah liar sepanjang jalan Lapangan Golf Lingkar Barat di bongkar pagi tadi oleh Satpol PP Provinsi Bengkulu bersama tim gabungan, Kamis (13/6/2019).

Murlin Hanizar, Kasatpol PP Provinsi mengatakan Pembongkaran tersebut dalam rangka penertiban yang sudah dilayangkan surat pemberitahuan kepada pemilik bangunan tersebut.

“Ini dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan yang melarang berdirinya bangunan liar tanpa izin pemerintah di kawasan miliki pemerintah,” kata Murlin.

Murlin mangaku dalam penertiban ini pihaknya dibantu oleh tim gabungan TNI-Polri dengan menggunakan eksavator mini. Selain itu, penertiban ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah yang akan membangun lingkungan hijau dan bersih dari bangunan bangunan liar di sepanjang ruas jalan.

“Iya ini penertiban untuk menegakkan aturan dari pemerintah untuk penataan lingkungan yang hijau dan bersih dari bangunan liar,” kata Murlin.

Sementara itu, Lili Kusuma (37) mengaku merasa bingung harus tinggal dimana setelah ini. Lili mengatakan, dirinya sudah tinggal tiga tahun menetap di sekitar lapangan golf tersebut.

“Bingung, nanti bakal tinggal dimana kalo rumah ini di bongkar, karena tidak memiliki uang untuk mencari kontrakan” kata Lili.

Lili berharap, pembongkaran tersebut ada toleransi dari Pemerintah Provinsi serta mendapatkan bantuan ataupun lokasi baru yang bisa ditinggali.

“Harapan kami, adanya bantuan dari pemerintah setelah di bongkar tempat tinggal kami. Karena kami butuh tempat tinggal, untuk menyewa kontrakan kami tidak mampu apalagi membeli rumah atau tanah,” harap Lili.

Diketahui sebelumnya, himbauan untuk membongkar bangunan di sekitar lapangan Golf Lingkar Barat tersebut sudah sejak januari kemarin. Hal tersebut merupakan langkah persuasif pemerintah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam rangka menegakkan peraturan daerah.

Namun, setelah beberapa kali mendapatkan teguran tapi di hiraukan, maka Satpol PP memberikan teguran tegas berupa pembokaran dengan menggunakan alat berat. [Medi Muamar]