PedomanBengkulu.com, Seluma – Menyambut hari Raya Idul Fitri tahun 2019/1440H sejumlah warga Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sukaraja membakar tempurung kelapa di halaman rumah mereka. Tradisi ini mereka lakukan setiap kali menyambut lebaran dan malam 27 ramadhan. Hal tersebut dikatakan oleh Fajrul (50) warga Desa Cahaya Negeri bahwa setiap malam takbiran saat membakar tempurung kelapa di halaman rumahnya.

“Tradisi ini sudah berangsur lama dan selalu dibuat setiap kali menjelang lebaran”, kata Fajrul, Selasa (4/6/2019).

Dijelaskannya, tradisi bakar tempurung kelapa kali ini merupakan suatu hal yang patut dilakukan, karena sebelum zaman modern masyarakat hanya menggunakan api sebagai alat penerangan saja, hanya saja saat ini banyak warga yang sedikit melupakan tradisi bakar tempurung.

“Biasanya mulai dibakar sudah selesai Shalat Magrib dan bisa bertahan hingga paginya jika tak ada hujan. Biasanya untuk ukuran tinggi mencapai satu meter lebih. Tradisi ini memang sudah cukup lama, hanya saja saat ini sudah hampir jarang ditemukan,mungkin hanya ada beberapa saja,” jelas Fajrul.

Di samping itu, pemandangan serupa juga dilakukan oleh warga Desa Padang Pelasan Kecamatan Air Periukan yang membakar tempurung disepanjang jalan raya Bengkulu Tais.[Wahyu]