PedomanBengkulu.com, Bengkulu – menyikapi kerusakan maraknya kerusakan Hutan di Bengkulu, yang mengakibatkan banjir beberapa hari lalu di wilayah Bengkulu Tengah dan Seluma, Genesis mengadakan agenda diskusi sekaligus Konferensi Pers.

Diskusi dan Konferensi Pers ini rencana akan di laksanakan pada pukul 10.00 wib, hari Rabu (26/6/2019) di Saung Anak Negeri, Kantor Genesis Bengkulu, Jalan Kinibalu, No. 43, RT 09, RW 03 Ratu Agung, Kebun Tebeng, Kota Bengkulu.

Direktur Genesis Bengkulu, Uli Artha Siagian menilai, banjir adalah salah satu penanda dari mulai menurunnya daya serap kawasan. Air hujan yang tidak bisa diserap dengan maksimal tersebut akhirnya langsung mengalir ke sungai, lalu sungai meluap.

“Banjir adalah penanda kurangnya daya serap air,” kata Uli, Selasa (25/6/2019).

Diketahui, Hutan Bengkulu adalah infrastruktur ekologis yang menjamin keberlangsungan kehidupan seluruh makhluk.

Keselamatan nya harus dijamin melalui perencanaan penataan ruang yang berkekuatan hukum. Sebagai bagian dari rencana penataan ruang, termasuk kehutanan, pemerintah mulai dari nasional hingga provinsi melakukan penyusunan rencana pembangunan kehutanan.

Sementara, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada Januari lalu, mengirimkan usulan perubahan peruntukan kawasan hutan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Seluas 53 ribu hutan Bengkulu diusulkan untuk dilepaskan.

Uli mempertanyakan hal tersebut, kepentingan siapa di balik perubahan peruntukan hutan Bengkulu?

“Kepentingan siapa di perubahan peruntukan hutan Bengkulu?,” tanya Uli.

Untuk menjawab persolan tersebut, uli mengatakan, Genesis akan melaporkan analisis dan temuan dari usulan perubahan peruntukan hutan Bengkulu. Maka, diskusi sekaligus konferensi pers dengan tema “Di Balik Perubahan Status Hutan Bengkulu”.

“Untuk semuanya, maka Genesis akan melaporkan analisis dan temuan dari usulan perubahan peruntukan hutan Bengkulu,” kata Uli. [Medi Muamar]