PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Surat Keputusan (SK) Penetapan lokasi (Penlok) jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung Bengkulu Tengah akan di keluarkan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah pada Senin 17 Juni 2019.

“Hari Senin ini penanda tanganan penetapan lokasi. Setelah itu, BPN/ATR turun untuk melakukan pembebasan lahan dan ganti rugi,” ujar Rohidin, Sabtu (15/6/2019).

Rohidin melanjutkan bahwa setelah Penetapan Lokasi (Penlok) dalam bentuk SK maka akan dilakukan peletakan batu pertama (Groundbreaking) untuk pembangunan Tol. Peletakan batu pertama itu dilakukan pada Minggu ke empat Juli atau paling lambat awal Agustus sekaligus pembangunan fisik.

“Setelah SK Penlok ditandatangani, akan dilanjut dengan peletakan batu pertama yang akan dilanjut dengan pembangunan fisik,” kata Rohidin.

Dalam hal ini, Gubernur mengharapkan adanya kesinambungan antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kota Bengkulu dan Pemerintah Kabuten Benteng. Kemudian, antara masyarakat dan perusahaan, untuk menyamakan persepsi bahwa Bengkulu siap mendukung realisasi Program Strategis Nasional.

“Jalan Tol ini bukan hanya untuk Bengkulu saja tapi pada efek Ekonomi di Sumatra, kita punya semangat yang sama, agar pengerjaan bisa on Schedule,” kata Rohidin.

Untuk diketahui, berdasarkan dokumen perencanaan pembangunan jalan tol Bengkulu diawali dengan trase Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17,6 km. Simpang Bentungan Kota Bengkulu ke Taba Penanjung kabupaten Benteng membutuhkan luas sekitar 270,98 hektare area. Dengan melalui 1 kota 1 kabupaten 5 kecamatan 6 desa dan 1 kelurahan.

Jalan yang dilewati jalan tol ini adalah kelurahan Bentungan kecamatan Sawah Lebar kota Bengkulu dan selanjutnya kecamatan yang berada di kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Di Benteng terdiri dari kecamatan Talang Empat dengan desa Sekabul, Padang Ulak Tanjung, dan Jumat. Kemudian kecamatan Karang Tinggi dengan desa yang dilalui Sukarami dan kecamatan Semidang Lagan yaitu dengan Desa Lagan.

Proyek jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau ini diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp14,587 triliun. [Medi Muamar]