PedomanBengkulu.com, Bali – Tim kesenian pelajar SMKN 5 Kota Bengkulu menampilkan Tari Kreasi Meradai. Tarian yang biasa ditampilkan saat acara perayaan Tabot, kali ini “Tari Meradai” dipersembahkan saat acara Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Ke VII dan Hari Jadi Kota Amlapura Ke – 379, Karang Asem Provinsi Bali, Minggu (23/6/2019).

Penampilan Tari meradai oleh tim kesenian dari pelajar SMKN 5 Kota Bengkulu disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi bersama seluruh Kepala Daerah peserta Rakernas JKPI Ke VII dan masyarakat Kota Amlapura Provinsi Bali.

Tari meradai merupakan tari kreasi baru yang diangkat dari tari tradisi yang berkembang di daerah Bengkulu. Konon, masyarakat Bengkulu memiliki kepercayaan jika tidak merayakan tradisi tersebut, akan terjadi bencana seperti penyakit gatal gatal.

Maka dari itu, mereka tetap semangat dan pantang menyerah, ibarat kata pepatah “usaha tidak akan mengkhianati hasil”, berkat kesabaran danĀ  semangat Meradai terwujudlah perayaan Tabot tersebut.

“Panas dihadang hujan ditempuh, begitulah semangat kami untukĀ  memajukan Kota Bengkulu,” ungkap Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi menyampaikan pesan tersirat dalam Tari Kreasi Meradai.

Ia menambahkan, dengan diiringi alat kesenian Dhol, Tari meradai memukau para peserta Rakernas JKPI yang menyaksikan persembahan kesenian dari pelajar SMKN 5 Kota Bengkulu.

“Semoga dengan penampilan Tari meradai Kota Bengkulu pada Rakernas JKPI Bali, dapat menarik perhatian Provinsi dan Kabupaten/ Kota peserta Rakernas JKPI untuk ingin mengenal budaya dan kesenian yang ada di Kota Bengkulu,” harap Dedy Wahyudi.

Untuk diketahui, pada acara malam ramah tamah pergeleran budaya Nusantara, selain persembahan dari tim kesenian Kota Bengkulu, juga ditampilkan Kesenian dari Kabupaten/ Kota peserta Rakernas JKPI lainnya. [Ilham Yudhasa]