PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Pungutan retribusi parkir kendaraan di lokasi perayaan HUT Kota Curup ke 139 belakangan dikeluhkan Warga Rejang Lebong yang berkunjung.

Pasalnya, kendati dilengkapi dengan Surat Perintah Tugas (SPT) sebagai juru parkir (jukir) pengelola parkir dilokasi, namun para jukir tersebut mengambil pungutan parkir kendaraan tanpa memberikan karcis retribusi parkir kepada pengunjung yang memarkirkan kendaraannya di lokasi.

Pungutan retribusi yang belakangan justru terkatagori ‘pungutan liar (pungli)’ lantaran tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam perda Kabupaten Rejang Lebong nomor 8 tahun 2011 tersebut telah berlangsung sejak awal digelarnya agenda perayaan HUT Kota Curup ke 139 di lapangan Dwi Tunggal Kecamatan Curup.

“Setiap kali memarkirkan motor dilokasi parkir, kami tidak pernah menerima karcis retribusi parkir dari para juru parkir pak. Padahal, sesuai himbauan dari Pemerintah Daerah Rejang Lebong, karcis retribusi parkir itu wajib diberikan kepada warga pengguna jasa parkir. Jika tidak, Warga berhak menolak untuk membayar retribusi parkir, sebab jukir yang melakukan pungutan tanpa karcis itu sama saja dengan pungli,” ujar Yanto (39), Warga Sekowati Curup yang berkunjung di lokasi, Sabtu (22/6).

Senada disampaikan oleh Yadi (26), Warga Kelurahan Air Putih lama kecamatan curup saat ditemui di lokasi perayaan HUT Kota Curup mengatakan, dengan tidak diberikannya karcis retribusi parkir oleh juru parkir tersebut membuat dirinya sedikit merasa khawatir saat memarkirkan kendaraan dilokasi parkir tersebut lantaran pertanggung jawaban terhadap kendaraan miliknya selama parkir dilokasi tersebut menjadi tidak jelas.

“Saat parkir kami tidak diberi karcis retribusi oleh para juru parkir. Nah andai kata kalau helm saya atau motor saya hilang saat diparkirkan dilokasi itu nanti siapa yang mau bertanggung jawab pak. Saya mau menuntutnya kemana karena saya tidak diberi karcis retribusi parkir yang notabenenya memiliki payung hukum jelas sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban para juru parkir terhadap kendaraan yang diparkir. Nah kalau cuma mau minta uang parkirnya saja tetapi pertanggungjawabanya tidak jelas dilakukan ya sama saja pungli itu pak,” tandas Yadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Rejang Lebong, Safrizal S. Sos saat dikonfirmasi PedomanBengkulu.com di ruang kerjanya, Sabtu (22/6) mengatakan, dilokasi perayaan HUT Kota Curup tersebut dirinya telah menerbitkan sebanyak 4 SPT juru parkir untuk mengelola perolehan PAD dari parkir dilokasi tersebut.

“Target setoran PAD dari parkir kendaraan di lokasi itu rp 1,5 juta pak. Ada empat SPT yang saya terbitkan Pak. Itu diluar lokasi parkir yang ada didepan kantor Polres Rejang Lebong. Kalau yang didepan Kantor Polres itu dikelola oleh orang Polres itu sendiri Pak,” ujar Safrizal.

Untuk diketahui, ketentuan yang mengharuskan juru parkir menggunakan karcis retribusi saat menjalankan tugasnya tertuang dalam pasal 11 ayat (1) Bab IX Peraturan Daerah Kabupaten Rejang Lebong Nomor 8 tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Parkir yang berbunyi ‘Retribusi harus dipungut dengan menggunakan karcis atau kupon langganan’. [Ifan Salianto]