Gubernur Rohidin Mersyah

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pembangunan Jalan Tol frase pertama Bengkulu – Taba Penanjung, akan di keluarkan oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Senin (17/6/2019).

Menurut Rohidin, Pembangunan jalan Tol ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu.

“Pembangunan jalan tol ini, kita buka isolasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan jangka panjang,” kata Rohidin.

Sedangkan menurut General Maneger PT Pelindo II Cabang Bengkulu Nurkholis Lukman mengatakan, secara otomatis dengan di bukanya akses jalan ini, secara ekonomis akan mengurangi beban biaya transportasi pengiriman hasil bumi.

“Jarak tempuh dan waktu yang lebih singkat, akan menjadi daya tarik pengusaha ekspor khususnya Batu Bara,” kata Nurkholis.

Dibukanya akses jalan tol ini diproyeksi akan meningkatkan volume ekspor batu bara dari Pelabuhan Pulau Baai yang selama ini mengekspor sebanyak 3 juta ton per tahun, akan meningkat sebanyak 100 persen menjadi 6 juta ton. Sumber material ekspor itu diproyeksi berasal dari Kabupaten Musi Rawas, Lahat, dan Muara Enim.

Dengan di bukanya jalan Tol ini, Volume bongkar muat kontainer juga diproyeksi akan meningkat hingga dua kali lipat, dari 3.000 kontainer per bulan menjadi 6.000 kontainer. Pelindo sendiri mengalokasikan dana lebih dari Rp450 miliar untuk membangun 4 proyek strategis di dalam lokasi pelabuhan. Antara lain Terminal Curah Kering, Terminal Curah Basah, Perluasan Terminal Petikemas dan Pelabuhan khusus untuk karantina hewan atau Lifestock.

Humas PT Pelindo II Cabang Bengkulu Amir Wijaya mengungkapkan, empat proyek sebagai sarana pendukung kepelabuhanan itu sudah mulai dibangun dan dipastikan akan selesai dalam waktu tidak kurang dari 2 tahun.

Setelah Surat keputusan Penlok Frase pertama, Tol Bengkulu – Lubuk Linggau dikeluarkan, persiapan pembangunan jalan tol mulai dapat dikerjakan, terutama dalam hal pembebasan lahan.

Pembebasan lahan akan di laksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sedangkan frase pertama pembangunan Jalan Tol dari Kota Bengkulu menuju Kota Lubuk Linggau sepanjang 96 kilometer akan dimulai pembangunannya paling lambat awal Agustus 2019.

Rohidin meminta kepada para kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam jalur pembangunan jalan tol yaitu Wali Kota Bengkulu, Bupati Bengkulu Tengah, Kepahiang dan Rejang Lebong untuk tidak mengeluarkan izin pembangunan apa pun di jalur yang sudah ditentukan. Supaya ketika proyek ini berjalan, tidak ada kemungkinan terjadi kekisruhan di lapangan dan menghambat proses pembangunan.

“Saya minta semua pihak untuk bersama-sama bersinergi untuk pembangunan jalan tol ini, kita buka isolasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan jangka panjang,” pinta Rohidin.

Jalan Tol Bengkulu menuju Sumatra Selatan, akan di bangun oleh PT Hutama Karya (HK) sebanyak 3 tahapan. Tahapannya yakni Kota Bengkulu menuju Taba Penanjung Bengkulu Tengah, dilanjutkan menuju Kepahiang dan tahapan menuju Rejang Lebong.

Sedangkan investasi yang di gelontorkan sebesar Rp33,124 miliar dengan nilai ekuitas sebesar Rp28,156 miliar atau 85 persen dan pinjaman sebesar Rp4,969 miliar atau 15 persen.

Diketahui, pada akhir Juli atau paling lambat minggu pertama bulan Agustus 2019 ini, akan dilakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking yang akan diletah oleh Presiden Republik Indonesia, Jokowi dan langsung dilakukan pembangunan fisik.

General Maneger PT Pelindo II Cabang Bengkulu Nurkholis Lukman mengatakan, secara otomatis dengan di bukanya akses jalan ini, secara ekonomis akan mengurangi beban biaya transportasi pengiriman hasil bumi.

“Jarak tempuh dan waktu yang lebih singkat, akan menjadi daya tarik pengusaha ekspor khususnya Batu Bara,” kata Nurkholis.

Dibukanya akses jalan tol ini diproyeksi akan meningkatkan volume ekspor batu bara dari Pelabuhan Pulau Baai yang selama ini mengekspor sebanyak 3 juta ton per tahun, akan meningkat sebanyak 100 persen menjadi 6 juta ton. Sumber material ekspor itu diproyeksi berasal dari Kabupaten Musi Rawas, Lahat, dan Muara Enim. [Medi Muamar]